JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Sritex Dragons Buru Kemenangan di Derby Jateng

Sritex Dragons Buru Kemenangan di Derby Jateng

284
BAGIKAN
Pemain Sritex Dragon Solo Tania dihadang pemain Surabaya Fever Mega Nanda pada lanjutan IndiHome Women’s National Basketball League (WNBL) Indonesia 2014-2015 Seri III Solo, Kamis (26/02/2015) di Sritex Arena Solo. Foto: Maksum N F
Pemain Sritex Dragon Solo Tania dihadang pemain Surabaya Fever Mega Nanda pada lanjutan IndiHome Women’s National Basketball League (WNBL) Indonesia 2014-2015 Seri III Solo, Kamis (26/02/2015) di Sritex Arena Solo. Foto: Maksum N F

SOLO – Sritex Dragons Solo tak ingin kalah lagi di pertandingan kedua seri III Indihome Womens National Basketball League (WNBL) Indonesia.

Menghadapi Sahabat Wisma Sehati Semarang di Sritex Arena, Sabtu (28/2/2015) sore, Maharani Adhipuspitasari dan kawan-kawan ingin memenangi laga bertajuk Derby Jawa Tengah tersebut.

Sritex Dragons dalam kondisi tak bagus menatap laga tersebut. Mereka baru saja kalah dari Surabaya Fever 44-79 pada laga perdana. Tentu pelatih Sritex Dragons Pek King Dhay harus pintar-pintar untuk mengangkat mental bertanding para pemainnya.

Bertanding di depan publik sendiri, mereka wajib menjadikan itu sebagai pengangkat motivasi, bukan penambah tekanan.

“Lawan Fever kemarin kemampuan tim tidak keluar. Pemain seperti nervous bermain di depan publiknya sendiri. Akhirnya hal itu berimbas pada kualitas passing, akurasi lemparan dan organisasi permainan. Hal itu tidak boleh terjadi saat lawan Sahabat,” terang Pek King Dhay, Jumat (27/2/2015) sore.

Tuan rumah sebenarnya punya keuntungan menatap laga itu. Setelah lawan Fever, mereka punya jeda sehari untuk berbenah dan memulihkan kondisi. Sementara Sahabat Semarang tak punya waktu istirahat lantaran Jumat (27/2/2015) sore harus habis-habisan saat mengalahkan Merah Putih Predators Jakarta 71-67.

Bukan itu saja, Sahabat juga masih bergantung pada pemain seperti Natasha Debby, Rohtriastari, Nur Ramadhani, Yuni Anggraeni dan Taranira Widasari. Lima pemain itu benar-benar dikuras tenaganya saat lawan Merah Putih lantaran minute play yang jauh meninggalkan rekan-rekannya.

Hal itu ternyata sudah disadari Pek King Dhay. Dia berharap dua pertandingan beruntun yang dijalani Sahabat membuat mereka kehabisan tenaga di pertandinga kedua.

“Inti dan cadangan Sahabat sangat jomplang. Mereka hanya mengandalkan lima pemain Timnasnya. Dengan keunggulan tenaga yang kita miliki, semoga para pemain bisa memanfaatkannya. Sebagai tuan rumah tentu kita tidak ingin kalah lagi,” jelasnya.

Dari lima pemain andalan Sahabat, Pek King Dhay menyebut Yuni Anggraeni dan Sinta Ramadhani sebagai ancaman utama. Dengan tinggi menjulang, para pemainnya harus berjuang ekstra keras untuk bertarung di bawah ring.

“Dua bigman-nya itu cukup dominan saat rebound. Anak-anak harus lebih disiplin agar tidak banyak kecolongan,” ucapnya.

Sementara itu, Pelatih Sahabat Semarang Wiwit Agus Cahyono mengaku optimis bisa menaklukan Sritex Dragons. Berbekal kemenangan 47-85 saat pertemuan pertama di seri I lalu, dia ingin meraih kemenangan kedua di Solo.

Hanya saja, Wiwit mengimbau anak asuhnya tak meremehkan Sritex Dragons. Belajar dari pengalaman lawan Merah Putih Predators, Wiwit berhadap anak asuhnya bisa mewaspadai tiap pergerakan anak-anak Sritex Dragons.

“Soal kedekatan pertandingan tidak masalah. Kami punya fisik yang bagus untuk bertarung lawan Sritex Dragons. Masalahnya cuma mental bertanding anak-anak. Kalau tidak meremehkan lawan, saya optimis bisa menang di Solo,” tutur Wiwit.

Bila berpatokan dengan klasemen sementara Sahabat Semarang pantas diunggulkan. Dari enam pertandingan yang sudah dijalani, mereka baru sekali menelan kekalahan. Namun Sritex Dragons yang baru sekali menang tak bisa dianggap remeh. Dengan kombinasi pemain muda dan senior, mereka berpotensi membuat kejutan.

Nofik Lukman Hakim