JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Sritex Dragons Siapkan Strategi Berbeda

Sritex Dragons Siapkan Strategi Berbeda

161
BAGIKAN
Pertandingan ujicoba Sritex Dragon Solo melawan Universitas Gajah Mada, Sabtu (31/01/2015) di Sritex Arena Solo_Foto_Maksum N F
Pertandingan ujicoba Sritex Dragon Solo melawan Universitas Gajah Mada, Sabtu (31/01/2015) di Sritex Arena Solo_Foto_Maksum N F

SOLO – Kegagalan meraih hasil bagus pada dua seri awal membuat Sritex Dragons Solo berencana mengubah gaya permainan pada seri III kompetisi Indihome Womens National Basketball League (WNBL) Indonesia mulai 26 Februari mendatang. Bila awal musim ini kerap dianggap terlambat panas, Sritex Dragons siap tampil menggebrak sejak awal permainan.

“Kita akan coba gaya permainan yang sedikit berbeda dari sebelumnya. Jadi sejak awal pertandingan, kami akan langsung cun in. Tidak lagi seperti terlambat panas. Ini akan memudahkan pekerjaan kita di quater berikutnya bila awal laga sudah unggul,” terang Pelatih Sritex Dragons Pek King Dhay kepada Joglosemar.co, Kamis (12/2/2015) sore.

Sejak melakoni seri I di Jakarta lalu, Sritex Dragons menunjukkan hasil tak memuaskan saat quater pertama. Tim yang kini berada di posisi lima pada klasemen sementara ini baru mencatatkan peningkatan permainan saat memasuki quater empat.

Dimulai laga lawan Sahabat Wisma Sehati Semarang saat kalah 47-85, perolehan poin tertinggi ada di quater empat dengan 15 poin. Laga ketiga saat menantang Merah Putih Predator Jakarta, perolehan terbesar juga di quater empat dengan 32 poin.

Tak jauh beda, pada seri II di Surabaya pun mencatatkan hasil serupa. Saat kalah 57-66 dari Tomang Sakti Mighty Bees Jakarta, catatan tertinggi ada di quater tiga dan empat dengan sama-sama meraih 18 poin.

Catatan 16 poin saat quater empat juga jadi yang tertinggi saat kalah 48-81 dari Surabaya Fever. Hanya pertandingan lawan Rajawali Bandung yang meraih poin tertinggi, yakni 23 poin pada quater pertama.

Namun bertarung sejak awal pertandingan juga bukan tanpa risiko. Besarnya tenaga yang dibutuhkan untuk mengunci permainan lawan membuat Sritex Dragons wajib memiliki fisik yang kuat. Berdasarkan pantauan saat sesi latihan, Pek King Dhay menganggap anak asuhnya sudah berada di level fisik yang mampu bermain konsisten di empat quater

“Tampil menggebrak sejak awal permainan buka berarti kita main dengan tempo tinggi sepanjang laga. Pasti ada kalanya kita atur tempo agar stamina tidak drop. Tapi dengan kondisi fisik yang sekarang, saya yakin main menggebrak sejak quater pertama tidak akan berpengaruh pada permainan di quater selanjutnya. Fisik para pemain sudah cukup bagus,” tambah Pek King Dhay.

Untuk tampil maksimal, Sritex Dragons diuntungkan dengan kondisi para pemainnya. Meski beberapa penggawa belum benar-benar pulih dari cedera sesi latihan, namun pada seri III mendatang Sritex Dragons hanya kehilangan Gista Indah Lestari yang baru pemulihan pascaoperasi cedera lutut. Maharani Adhipuspitasari yang sudah come back pada seri II lalu diharapkan bisa tampil lebih maksimal pada seri keduanya.

Nofik Lukman Hakim