JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Suranto, Warga Laweyan Tertangkap Warga Saat Curi Kotak Amal di Boyolali

Suranto, Warga Laweyan Tertangkap Warga Saat Curi Kotak Amal di Boyolali

283
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

BOYOLALI– Tertangkap basah tengah membobol kotak amal di masjid, Suranto (42), warga Kampung Mutihan, Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Solo, saat ini harus dikerangkeng di tahanan Polres Boyolali.

Pedagang topi keliling ini, berhasil ditangkap warga perumahan Bumi Singkil Indah, Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali Kota, saat membobol Masjid At Taqwa, masjid setempat, Sabtu (14/2/2015) lalu. Kapolres Boyolali AKBP Budi Sartono melalui Kasat Reskrim AKP Budiarto mengatakan, saat ditangkap warga, tersangka sudah berhasil membuka kotak amal dengan menggunakan obeng.
“Tapi belum sempat mengambil uangnya, keburu ketahuan warga,” ungkap Budiarto, akhir pekan kemarin.
Kronologi kejadian pencurian itu terjadi pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu tersangka datang ke masjid dengan berjalan kaki.
Sesampainya di masjid, tersangka pura-pura beristirahat dan menunaikan salat. Namun saat mengetahui kondisi sepi, tersangka langsung beraksi. Dengan menggunakan obeng, tersangka berhasil merusak gembok kotak amal. Kebetulan, pada saat yang sama aksi tersangka itu ketahuan warga.
Mengetahui ada pencuri kotak amal, warga pun segera menangkap tersangka yang tak berkutik setelah dikepung. Tersangka kemudian diserahkan ke Polres Boyolali berikut sejumlah barang bukti, di antaranya kotak amal yang berisi uang Rp 98.300, gembok, satu bendel anak kunci, satu obeng, dan tas warna hitam.

Sementara tersangka Suranto mengaku nekat mencuri kotak amal karena kepepet, tak punya uang. Pasalnya, usaha dagang topi keliling yang digelutinya sedang sepi. Ia juga mengaku, obeng itu dibawanya dari rumah.

“Dagangan sedang sepi dan saya tak punya uang,” kata Suranto.

Meski mengaku menyesal dan tak akan mengulangi lagi perbuatannya tersebut, tersangka tetap dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan (Curat). Tersangka juga terancam hukuman maksimal lima tahun penjara.

Ario Bhawono