JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Syafii Maarif: Pilihlah Kapolri yang Paling Sedikit Dosanya

Syafii Maarif: Pilihlah Kapolri yang Paling Sedikit Dosanya

216
BAGIKAN

 

Anggota Tim Konsultatif Independen (Tim Sembilan), mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif (kedua kiri), Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie (keempat kiri), mantan Ketua KPK Tumpak Hatorangan (kanan), mantan Wakil Ketua KPK Erry Riyana Hardjapamekas (keempat kanan), Sosiolog Imam Prasodjo (ketiga kanan), mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno (kedua kanan), Pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar (kiri) dan Pengamat Hukum Internasional Hikmahanto Juwana (ketiga kiri) berdiri usai memberikan keterangan pers di Gedung Kemensesneg, Jakarta, Rabu (28/1). Tim Sembilan menyampaikan sejumlah rekomendasi dan saran kepada Presiden Joko Widodo diantaranya tidak melantik calon Kapolri yang berstatus tersangka dan memberi kepastian terhadap siapapun penegak hukum yang berstatus tersangka untuk mengundurkan diri dari jabatannya atau tidak menduduki jabatannya selama berstatus tersangka baik di KPK maupun Polri. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf
Anggota Tim Konsultatif Independen (Tim Sembilan), mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif (kedua kiri), Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie (keempat kiri), mantan Ketua KPK Tumpak Hatorangan (kanan), mantan Wakil Ketua KPK Erry Riyana Hardjapamekas (keempat kanan), Sosiolog Imam Prasodjo (ketiga kanan), mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno (kedua kanan), Pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar (kiri) dan Pengamat Hukum Internasional Hikmahanto Juwana (ketiga kiri) berdiri usai memberikan keterangan pers di Gedung Kemensesneg, Jakarta, Rabu (28/1). ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

JOGJA  – Ketua Tim Sembilan Syafii Maarif berharap calon Kapolri dipilih dari sosok yang paling sedikit dosanya.

“Carilah (calon Kapolri) yang paling sedikit dosanya,” kata Syafii, saat ditemui disela pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VI di Pagelaran Keraton Yogyakarta, Senin (9/2/2015).

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu mengatakan hal itu dapat diukur dari rekam jejak calon yang dapat dianalisa oleh internal kepolisian sendiri serta para pakar demi bangsa dan negara.

Sementara itu, Syafii menyayangkan, saat ini di tubuh Kepolisian terdapat fakta saling berebut pangkat atau posisi dengan mengorbankan institusi.

“Yang bertarung bukan hanya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polisi, tapi di dalam Kepolisian juga ada ‘jor-joran’. Jor-joran berebut pangkat dan posisi,” ungkap Syafii.

Fenomena itu, lanjut Syafii, bahkan ditambah dengan masuknya peran partai politik yang ikut memperkeruh suasana.

“Jadi institusi Kepolisian itu mau diseret ke pihak mereka. Ini kan tidak sehat, kan negara yang punya, bukan mereka,” kata dia.

Mengenai munculnya nama Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso yang menguat sebagai salah satu dari daftar calon pengganti Komjen Budi Gunawan sebagai calon kapolri, Buya memilih tidak berkomentar.

“Saya tidak mau komentar. Saya berharap presiden dapat memilih calon yang tepat,” tukas dia.

Antara | Luqman Hakim