JOGLOSEMAR.CO Daerah Jogja Tak Gunakan Pukat Tarik, Nelayan Pantai Selatan Tak Ikut Demo Menteri Susi

Tak Gunakan Pukat Tarik, Nelayan Pantai Selatan Tak Ikut Demo Menteri Susi

326
BAGIKAN

 

Nelayan tradisional di perairan Jepara | Ari Kristyono
Nelayan tradisional di perairan Jepara | Ari Kristyono

KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, memastikan nelayan setempat tidak ada yang ikut aksi demontrasi di depan Kantor Kementerian Keluatan dan Perikanan terkait larangan penggunaan alat tangkap ikan jenis pukat hela dan pukat tarik.

Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan Tangkap Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (DKPP) Kulon Progo Prabowo Sugondo di Kulon Progo, Rabu (25/2/2015) mengatakan nelayan Kulon Progo tidak ada yang menggunakan alat tangkap ikan jenis pukat hela dan pukat tarik.

“Kami sudah berkoordinasi dengan kelompok-kelompok nelayan di Kulon Progo, mereka menyatakan tidak ikut demo ke Jakarta,” kata Prabowo.

Ia mengatakan nelayan Kulon Progo menggunakan alat tangkap sederhana. Mereka menggunakan kapal tempel yang jarak tangkapnya sangat terbatas dan jenis ikan yang ditangkap juga tidak seperti kalau menggunakan alat tangkap ikan jenis pukat hela dan pukat tarik.

Nelayan Kulon Progo hanya menangkap layur, bawal, tongkol dan lobster ukuran kecil.

“Mayoritan nelayan menggunakan kapal tempel dan alat tangkap sederhana, hasil tangkapannya juga terbatas. Artinya, alat tangkap ikan jenis pukat hela dan pukat tarik hanya digunakan untuk kapal di atas 10 grosston,” kata dia.

Sementara itu, nelayan Pantai Bugel Warto mengatakan nelayan Bugel tidak ada yang menggunakan alat tangkap ikan jenis pukat hela dan pukat tarik.

“Kami tidak ikut demo ke Jakarta untuk menolak kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti supaya mencabut Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2/PERMEN-KP/2015 tentang larangan penggunaan alat tangkap ikan pukat hela dan pukat tarik,” kata Warto.

Antara | Sutarmi