JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Taman Jurug Kesulitan Cari Investor

Taman Jurug Kesulitan Cari Investor

244
BAGIKAN
Taman Satwa Taru Jurug | Foto: joglosemar/Ari Kurniawan
Taman Satwa Taru Jurug | Foto: joglosemar/Ari Kurniawan

SOLO – Direksi Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) menyebar penawaran ke 50 lembaga konservasi se-Indonesia. Namun hingga dua minggu berjalan, belum ada lembaga yang merespons penawaran dalam mengelola tempat tersebut.

Seperti yang kita ketahui, sejak empat tahun lalu dibentuk, direksi TSTJ belum bisa menjalin kerja sama dalam pengelolaan TSTJ. Bahkan, walikota sudah mengultimatum direksi untuk segera menyelesaikan lelang.

Direktur Utama (Dirut) TSTJ, Lilik Kristanto mengatakan sudah berupaya melakukan penawaran kepada semua lembaga konservasi di Indonesia. “Dua minggu yang lalu, kami sudah menyampaikan penawaran ke 56-60 melalui grup lembaga konservasi. Setelah itu, kami mengirimkan satu per satu proposal penawaran. Tapi sampai saat ini belum ada respons,” kata dia di Balaikota Solo, Senin (9/2/2015).

Pihaknya juga sudah menemui sejumlah direktur lembaga konservasi. Mereka menyatakan tidak akan menanamkan modalnya di TSTJ. “Alasannya, mereka belum memikirkan rencana investasi. Lha mau bagaimana, investasi memang memerlukan analisa dan modal yang tidak sedikit,” katanya.

Dari sekian banyak lembaga konservasi di Indonesia, yang jelas-jelas menolak adalah Taman Safari. Mereka tidak berminat mengelola TSTJ dengan sejumlah alasan. “Ya sama, mereka belum berencana berinvestasi,” katanya.

Lebih lanjut, Lilik menyatakan masih berharap pada PT Pembangunan Jaya Ancol. Pasalnya, mereka mengaku siap mengelola TSTJ. “Kita tinggal menunggu presentasi Ancol di depan walikota. Kami berharap bulan Februari sudah bisa terlaksana,” ujarnya lagi.

Murniati