JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Tanam Benang, Tren Mengencangkan Kulit

Tanam Benang, Tren Mengencangkan Kulit

530
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

ALTERNATIF perawatan kecantikan saat ini memang banyak. Salah satunya yaitu dengan tanam benang. Di Korea, tanam benang ini mulai ngetren sejak tahun 2002 lalu. Sedangkan di Indonesia, ngetren mulai dua tahun lalu dan diminati banyak orang.

Pemilik Anabel Skin Care, dr Andhika Putri Perdana mengatakan, tanam benang banyak dipilih orang lantaran biayanya terjangkau. Lalu hasil dari tanam benang ini lebih optimal yaitu mampu menghilangkan kerut, mengencangkan kulit yang kendor, perawatan kantong mata dan bisa mamancungkan hidung.

“Tanam benang ini bisa bertahan lebih lama yaitu antara 12 hingga 24 bulan. Dan setelah melakukan pemasangan bisa langsung aktivitas,” terang dokter yang akrab disapa Fika tersebut.

Lanjut Fika, tanam benang ini merupakan teknik face lift dimana akan merangsang pembentukan kolagen dan elastin pada wajah dengan menanamkan benang ke dalam jaringan kulit. Biasanya, setelah perawatan ada lebam, lalu bisa normal dalam beberapa hari.

“Sebagian besar yang menggunakan tanam benang ini adalah mereka yang sudah berusia 40 tahun ke atas. Ini dikarenakan serabut kolagen dan elastin mulai rusak. Efek penggunaan tanam benang mulai terlihat dua hingga tiga minggu dan akan maksimal dalam dua sampai tiga bulan saat kolagen terbentuk,” kata Fika.

Fika mengungkapkan tanam benang ini bisa dilakukan di dagu supaya bisa memberi efek tirus, pada kantong mata supaya kencang. Selain itu juga  di dahi supaya bisa menghilangkan keriput. “Namun yang paling banyak dilakukan di wajah, “ ucapnya.

Diungkapkan Fika, jenis tanam benang banyak macamnya dan tergantung dengan kebutuhan pasien. Misalnya ada metode tanam benang pendek sampai panjang, polos, bergerigi, lalu ada benang dengan kait agar lebih mengencangkan kulit. “Setiap harga benang berbeda-beda, “ katanya.

Dari beberapa jenis itu, benang bergerigi dan kaitnya akan lebih mahal. Karena benang bergerigi ini memiliki kelebihan yaitu hanya diperlukan 8 hingga 10 benang. Sedangkan jika benang polos membutuhkan minimal 20 benang.

“Jenis benang ini aman, para calon pemakai tak perlu khawatir. Karena sifat benang diserap tubuh lantaran terbuat dari bahan ultra thinthread yaitu bahan yang sangat tipis dan Polydioxanone (PDO). Benang ini sering digunakan pada operasi caesar, operasi jantung yang akan diserap tubuh mulai enam hingga delapan bulan,“ urainya.

Fika menganjurkan, tanam benang ini dilarang untuk ibu hamil. Alasannya, proses ini menggunakan anestesi topikal yang ditakutkan akan diserap dan memberi pengaruh ke janin dan rasa sakitnya dikhawatirkan bisa menimbulkan kontraksi.

Pemasangan tanam benang ada efek sampingnya bila tidak dilakukan oleh profesional. Alasannya bisa menembus saraf, pembuluh darah, kelenjar air liur sehingga bisa menyebabkan radang dan perdarahan. Seandainya tidak dilakukan oleh profesional juga bisa membuat wajah jadi tidak simetris.

Dwi Hastuti