JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Tembok Keraton Jadi Sasaran Aksi Vandalisme

Tembok Keraton Jadi Sasaran Aksi Vandalisme

238
BAGIKAN
Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo (merah) membersihkan tembok yagn dipenuhi coretan di salah satu sudut Kota Solo, Minggu (04/01/2015) pagi. Kegiatan tersebut diawali apel pagi kemudian membersihkan coretan sebagai bentuk larangan terhadap akdi vandalisme_Foto_Maksum N F
Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo (merah) membersihkan tembok yagn dipenuhi coretan di salah satu sudut Kota Solo, Minggu (04/01/2015) pagi. Kegiatan tersebut diawali apel pagi kemudian membersihkan coretan sebagai bentuk larangan terhadap akdi vandalisme_Foto_Maksum N F

SOLO  – Coretan vandalisme muncul di tembok keliling Keraton Kasunanan Surakarta tepatnya dipintu masuk sebelah selatan. Kondisi itu membuat pihak keraton  berang dan menyanyangkan, pasalnya dikawasan itu termasuk BCB yang dilindungi.

“Jelas itu sangat disayangkan, kan itu masuk kawasan BCB. Itu jelas ulah tangan-tangan jahil yang mengotori tembok keraton,” terang Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta, KP Winarnokusuma saat dihubungi Joglosemar, Rabu (25/2/2015).

Menurutnya, kondisi itu jelas bisa merusak tembok keraton dan menjadi pemandangan yang tidak enek dipandang serta kumuh. Harusnya itu sebagai pusat kebudayaan Jawa kondisi keraton harus bersih dan semua pihak dari masyarakat sekitar ataupun pemkot bisa terlibat dalam menjaga tidak hanya dari keraton saja. Pemkot dalam hal ini harus perhatian guna menyelamatkan warisan sejarah tidak hanya mengambil event budayanya saja tapi juga tidak ikut merawat.

“Itu jadi pemandangan tidak enak sebagai kawasan budaya dan juga wisata ini. Warga yang tinggal disekitar dan pemkot harus ikut perhatian untuk menjaga dan merawat, tidak hanya keraton saja apalagi kan Pemkot ingin memerangangi aksi vandalisme,” katanya.

Pihaknya akan mengecek tembok yang penuh coret-coret tidak hanya di pintu masuk keraton sebelah selatan tapi semua kawasan. Dulu sebenarnya pernah ada tapi sudah dibersihkan dicat ulang lagi namun kini muncul lagi. Diakuinya, memang tidak hanya disatu lokasi saja tapi juga dibeberapa lokasi dan secepatnya akan ditangani dengan dibersihkan tidak mengubah bentuk aslinya.

“Secepatnya kami akan mengecek ke lapangan mendata dan melihat kondisinya. Pastinya kami dibersihkan dengan dicat ulang lewat dana swadaya kerabat keraton, kan sudah lama keraton itu tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah,” paparnya.

Sementara itu salah satu warga, Didit Swasono menyatakan jika aksi corat coret di tembok keraton yang merupakan BCB ini jelas tidak dibenarkan. Karena membuat kumuh dan pemandangan jadi tidak. “Dalam menangani ini memang tidak hanya keraton saja tapi juga ada peran pemkot untuk menindak. Ini jelas sangat menganggu pemandangan dan tidak bisa dibiarkan,” pungkasnya.

Ari Welianto