JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Terdakwa Kasus Penipuan 1,5 Miliar Tidak Merasa Berbuat Kriminal

Terdakwa Kasus Penipuan 1,5 Miliar Tidak Merasa Berbuat Kriminal

323
BAGIKAN

 

ilustrasi
ilustrasi

SOLO – Pasangan suami-istri terdakwa kasus penipuan dan penggelapan uang senilai Rp5,1 miliar, Mardiyanto (50) dan Sri Mulyani (48) warga Grogol Sukoharjo, memohon keadilan pada sidang di Pangadilan Negeri Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (12/2/2015).

“Saya memohon kepada majelis hakim untuk keadialan dalam kasus ini. Saya tidak merasa menipu dan menggelapkan uang milik Siti Maryani (korban) senilai Rp5,1 miliar,” kata terdakwa Sri Mulyani yang didampingi kuasa hukumnya R. Bagus Anang Widjaya.

Sidang kasus penipuan dan penggelapan tersebut, dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Teguh Haryanto dengan dibantu anggota Subur S Satyo dan Puji Hendro Suroso, sedangkan jaksa penuntut umum Ana May Diana.

Menurut terdakwa, bahwa dalam kasus tersebut dirinya merasa tidak bersalah melakukan penipuan dan penggelapan uang milik korban, tetapi hanya soal utang piutang.

Terdakwa memang meminta uang kepada Siti Maryani pemilik UD Herlin Simpan Pinjam yang beralamat di Jajar Laweyan Solo, tetapi utangnya tersisa hanya sekitar Rp1 miliar.

Selain itu, terdakwa juga membenarkan jika meminjam uang dengan jaminan “bilyet giro” (BG) BCA Veteran Solo, atau salah satu metode pencairan uang dan pembayaran yang berlaku pada rekening giro.

Terdakwa juga membenarkan jika BG BCA yang digunakan untuk jaminan utangnya dananya kosong, sehingga tidak bisa dicairkan.

“BG BCA cabang Veteran Solo yang menjadi jaminan, memang dananya kosong,” kata terdakwa saat menjawab pertanyaan majelis hakim.

Kendati demikian, Ketua Majelis Hakim Teguh Haryanto kemudian meminta kepada jaksa penuntut umum Ana May Diana segera mennyiapkan dan menyusun surat tuntutan hukuman untuk dibacakan pada sidang Senin (16/2).

“Jika ada pembelaan dari terdakwa dapat dibacakan pada acara pledoi sidang mendatang,” kata majelis hakim.

Sementara terdakwa Mardiyanto dan Sri Mulyani yang diduga melakukan penggelapan dan penipuan Rp5,1 miliar, sebagaimana surat dakwaan JPU. Pasangan suami-istri itu, didakwa dengan pasal berlapis, yakni Pasal 378 juncto Pasal 55 jo Pasal 64 KUHP, Pasal 372 jo Pasal 55 jo Pasal 64 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.

Jaksa penunut umum Ana May Diana pada sidang sebelumnya telah menghadirkan sebanyak delapan saksi, sedangkan penasehat hukum juga menghadirkan empat saksi yang dapat meringankan terdakwa.

Antara | Bambang Dwi Marwoto