JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Terima Santunan, Ibu Korban Tertabrak Mobil Dinas Istri Bupati Sragen Langsung Pingsan

Terima Santunan, Ibu Korban Tertabrak Mobil Dinas Istri Bupati Sragen Langsung Pingsan

804
BAGIKAN
Ilustrasi: Maksum Nur Fauzan
Ilustrasi: Maksum Nur Fauzan

SRAGEN– Penyidik unit laka Satlantas Polres Sragen terpaksa menunda permintaan keterangan terhadap saksi dari pihak korban kecelakaan mobil dinas Pemkab Sragen AD 17 E yang menewaskan Azalia Fais Andri Calista (2,5), Senin (16/2/2015). Penundaan dikarenakan kondisi psikologis ibu korban, Utami (28) yang kemarin dikabarkan langsung syok dan pingsan begitu menerima santunan kematian dari pihak Jasa Raharja dan perwakilan pengemudi senilai total Rp 45 juta.
Santunan dari Jasa Raharja sebesar Rp 25 juta dan dari pengemudi sebesar Rp 20 juta diserahkan secara bersamaan oleh pimpinan Jasa Raharja Sragen, Basuki dan perwakilan dari pengemudi di rumah korban di Banjarasri, Nglorog, Sragen sekitar pukul 13.00 WIB. Penyerahan didampingi oleh Kanit Laka Polres Sragen Iptu Mashadi.
Semula, rombongan diterima oleh orangtua korban, Andri (30) dan Utami (28). Sebelum diserahkan, pihak korban terlebih dahulu menandatangani surat dari perwakilan pengemudi yang intinya menyampaikan santunan tersebut sebagai itikad untuk meringankan beban keluarga korban. Namun, ketika santunan akan diserahkan, mendadak Utami langsung syok dan tidak ikut menerima santunan.
“Ya, tadi yang menerima suaminya karena istrinya mendadak langsung syok dan masuk ke dalam kamar,” ujar salah satu tetangga korban.
Kasatlantas Polres Sragen, AKP Davis Busin Siswara didampingi Kanit Laka Iptu Mashadi membenarkan penyerahan santunan dari pihak Jasa Raharja dan dari pihak pengemudi senilai total Rp 45 juta itu. Ia juga tidak menampik sudah ada itikad baik dan perdamaian dari kedua belah pihak yang ditandai lewat serah terima santunan dan penandatanganan surat pernyataan dari pihak pengemudi.
Akan tetapi, hal itu tidak serta merta menghentikan penanganan kasus tersebut. Menurutnya, sejauh ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi, Munawar (33) dan menunggu keterangan dari saksi pihak korban yang dijadwalkan kemarin namun terpaksa harus ditunda karena kondisi saksi belum memungkinkan secara psikologis. Menurutnya, penyidik juga masih menumpulkan bukti-bukti dan data untuk bahan gelar perkara guna menentukan apakah pengemudi mobil dinas memenuhi unsur untuk ditetapkan tersangka atau tidak.
“Jadi untuk menentukan tersangka itu ada tahapannya dan tidak bisa serta merta,” jelasnya.
Mengenai status mobil dinas, juga masih akan diamankan sampai proses kasus tersebut selesai. Jika kesimpulan gelar perkara menetapkan pengemudi terbukti lalai dan ditetapkan tersangka, maka ancaman hukuman maksimalnya lima tahun penjara. Wardoyo