JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Terkesan, Menteri Pariwisata Akan Bawa Grebeg Sudiro Go International

Terkesan, Menteri Pariwisata Akan Bawa Grebeg Sudiro Go International

480
BAGIKAN
Kirab Budaya Gerebeg Sudiro 2015, Minggu (15/02/2015) di kawasan Pasar Gede Solo. Foto: Maksum N F
Kirab Budaya Gerebeg Sudiro 2015, Minggu (15/02/2015) di kawasan Pasar Gede Solo. Foto: Maksum N F

SOLO- Perayaan Karnaval Budaya Grebeg Sudiro yang berlangsung, Minggu (15/2/2015) mendapat dukungan langsung dari Menteri Pariwisata, Arief Yahya yang ikut menyaksikan. Pihaknya pun siap membantu untuk mempromosikan wisata budaya ini ke tingkat nasional dan internasional, karena dianggapnya layak dipromosikan untuk pariwisata.

Bahkan pihaknya memberikan bantuan anggaran sebesar Rp 100 juta untuk pelaksanaan Grebeg Sudiro. Pelaksanaannya sendiri berlangsung sangat meriah dan disaksikan ribuan masyarakat Solo ataupun wisatawan. Yang mana ada sekitar 59 kelompok masyarakat  yang menampilkan berbagai macam ketrampilan yang dimiliknya, seperti drum band, lion dan barongsai dari TNI AD, ada juga gunungan kue keranjang , Pokdarwis Kota Surakarta sampai perwakilan daerah yang warganya tinggal di Solo.

Dalam kesempatan tersebut, panitia juga membagi-bagikan 4.000 kue keranjang ke masyarakat setelah karnaval budaya selesai. Untuk rutenya dengan menyusuri Jalan Jenderal Sudirman-Jalan Mayor Sunaryo-Jalan Kapten Mulyadi-Jalan Ir Juanda-Jalan Urip Sumohardjo.

“Kegiatan Grebeg Sudiro ini layak dipasarkan secara nasional dan internasional. Saya sangat terharu melihat kerukunan dalam kegiatan ini, tahun depan kami akan memberikan bantuan Rp 100 juta untuk Grebeg Sudiro ini,” ujar Menteri Pariwisata, Arie Yahya, Minggu.

Menurutnya, dari data yang di dapat tiap tahunnya wisatawan mancanegara yang masuk ke Kota Solo mencapai 40 ribu sedangkan wisatawan nusantara capai 2 juta. Apalagi di Koata Solo mempunyai sekitar 60 event tiap tahunnya dan pastinya jumlah wisatawan akan

“Kami akan membantu untuk mempromosikan wisatat ini. Apalagai Solo tengah mengusulkan sebagai kota kreatif ke UNESCO, sebenarnya kami sudah mempromosikan Solo dengan berbagai kota lainnya dalam perayaan Imlek,” sambungnya.

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan berharap jika Pemerintah Pusat bisa mempromosikan pelaksanaan Grebeg Sudiro. Karena ini wisata budaya di Solo ini layak dijual ke tingkat internasional. “Grebeg ini bermula dari upaya munculnya budaya lokal ditiap-tiap kelurahan. Lewat perayaan ini juga untuk mempersatukan suku agama, ras, ataupun golongan yang ada di Solo,” ungkapnya.

Sementara itu Seksi Promosi dan Publikasi Grebeg Sudiro 2015, Angga Indrawan menyatakan grebeg ini diikuti 59 kelompok dan sekitar 1.540 peserta dari berbagai unsur warga di Sudiroprajan dan kelompok lainnya. Ini menggambarkan warga Sudiroprajan bisa hidup rukun, seperti tema yang diusung dalam kegiatan ini “Manunggaling Budhaya Nguri-uri Luhuring Bangsa”.

“Selama puluhan tahun etnis Jawa dan Tionghoa mampu hidup berdampingan secara harmonis. Jadi ini diikuti dari berbagai golongan dari 59 kelompok masyarakat, ini yang juga disimbolkan kue keranjang adanya toleransi dan pembauran budaya serta etnis yang ada di kelurahan ini,” pungkasnya.

Ari Welianto