JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Terlalu Lama Mengungsi, Warga Balong dan Menjing Mulai Depresi

Terlalu Lama Mengungsi, Warga Balong dan Menjing Mulai Depresi

180
BAGIKAN
BANJARNEGARA 21/4 - PENGUNGSI GEMPA DIENG. Sejumlah warga berkumpul di gedung balai desa yang digunakan sebagai tempat pengungsian bencana gempa bumi di kawasan dataran tinggi Dieng desa Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (20/4). Ribuan warga mengungsi karena takut gempa yang terjadi pada Jumat (19/4) malam akan menyebabkan keluarnya gas beracun dari beberapa kawah yang ada di kawasan tersebut. ANTARA/Anis Efizudin
Ilustrasi. ANTARA/Anis Efizudin

KARANGANYAR – Lantaran terlalu lama tertahan di lokasi pengungsian, ratusan warga pengungsi Desa Balong dan Desa Menjing, Kecamatan Jenawi terdampak longsor rentan mengalami depresi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Karangnyar, Samsi mengakui warga yang tengah mengungsi tersebut butuh pendamping psikologis untuk meringankan beban mental. Menurutnya, upaya pemulihan tersebut, khususnya bagi anak-anak, sangat dibutuhkan.

Dirinya berharap adanya relawan yang dapat membantu memulihkan beban psikologis pengungsi. Pasalnya, sejauh ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar belum dapat mempersiapkan psikolog yang dapat mendampingi warga di pengungsian.

“Sejauh ini Pemkab baru dapat membantu kebutuhan sehari-hari warga. Namun untuk tenaga psikolog tentunya akan kita upayakan. Kemarin ada lembaga yang kami gandeng untuk memberikan pendampingan warga,” ungkap Samsi, Rabu (25/2/2015)

Umumnya, warga mengalami depresi lantaran terus memikirkan kepastian apakah direlokasi atau kembali ke rumah. Untuk itu, Pemkab akan terus mencari solusi untuk merelokasi warga ke kawasan lain.

“Kita akan prioritaskan warga yang memiliki tanah sendiri. Untuk tanah kas desa, tentunya akan menjadi hak pakai bukan hak millik,” sebut Samsi.

Senada, Ketua Komisi D DPRD Karanganyar Endang Muryani mengatakan kondisi di pengungsian membuat warga rentan mengalami keresahan yang berujung pada depresi. Terlebih, mereka mesti berada di lokasi darurat tersebut dalam waktu yang tidak sebentar. Oleh karenanya, keberadaan psikolog akan sangat vital.

Di sisi lain, Pemkab wajib segera mengambil langkah solusi bagi keberadaan para pengungsi.

“Paling tidak ada psikolog yang bisa mengurangi beban psikis, terutama bagi anak-anak dan perempuan. Semakin lama di pengungsian akan membuat beban mereka bertambah,” tandas sosok yang membidangi kesejahteraan masyarakat itu.

Terpisah, Camat Jenawi Daryatmi mengatakan ratusan warga di dua desa baik Desa Balong maupun Desa Menjing sudah bersedia untuk direlokasi. Dirinya pun mengklaim warga telah setuju untuk pindah ke lokasi yang lebih aman. Pernyataan itu sudah disampaikan secara resmi yang dibubuhi materai dari masing-masing kepala keluarga. Kini, proses relokasi tengah direalisasikan.

“Mereka bersedia untuk tidak menempati tanah lama sebagai tempat hunian, dan memilih untuk pindah ke lokasi baru. Rencananya, mereka akan ditempatkan di tanah kas desa, sebab mereka ingin ditempatkan di lokasi yang sama, seperti halnya bedol desa,” terangnya.

Putradi Pamungkas