JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Terminal Tirtonadi Bakal Dibersihkan dari Pengamen dan Pengasong

Terminal Tirtonadi Bakal Dibersihkan dari Pengamen dan Pengasong

369
BAGIKAN
Ilustrasi: Maksum Nur Fauzan
Ilustrasi: Maksum Nur Fauzan

SOLO – Sejumlah pedagang asongan yang berjualan di Terminal Tirtonadi Solo tampaknya tidak akan bisa lagi mencari nafkah di dalam terminal. Pemerintah Kota Solo berniat membuat terminal percontohan nasional itu bersih dari aktivitas selain penumpang bus.

Kepala Terminal Tirtonadi Eko Agus Susanto, saat ditemui Joglosemar Rabu (4/2/2015) mengatakan, pihaknya akan melarang pedagang asongan masuk terminal, atau berjualan di dalam bus selama bus tersebut ada di terminal.

“Akan kami buat rapi, bersih, nyaman dan aman untuk penumpang bus. Kurang lebih seperti di bandara atau stasiun kereta api sekarang ini,” terang Eko.

Lebih lanjut dikatakan Eko, kebijakan melarang pedagang asongan, sudah mulai diberlakukan. Sosialisasi terhadap pedagang terus dilakukan sembali menunggu proyek pembangunan yang berada di sisi sebelah timur. Eko mengatakan, setelah larangan itu diterapkan, para pedagang asongan nantinya akan dapat berjualan di luar terminal.

“Kalau terminal sisi timur itu nanti sudah jadi, terminal harus clear asongan, kalau mau jualan silahkan di luar terminal yang terpenting tidak didalam, kalau nyegat di luar itu bukan kewenangan  kami,” ungkapnya.

Tak hanya menghilangkan pedagang asongan dari ]dalam terminal. Pihak dari UPTD juga akan membebaskan para calon penumpang untuk tidak membayar retribusi. Melainkan hanya membayar uang Rp 500, yang tujuannya untuk mendapatkan faislitas AC dan tempat duduk yang telah disiapkan untuk menunggu bus yang akan dinaiki.

“Nanti Retribusi juga akan kami hilangkan, dan penumpang hanya membawar Rp 500, setiap kali masuk ke terminal. Pembayaran itu kita tarik karena nanti para penumpang akan mendapatkan pelayanan ruang tunggu yang nyaman,” papar Eko.

Rudi Hartono