JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Ternyata Pria pun “Suka” Menangis

Ternyata Pria pun “Suka” Menangis

227
BAGIKAN
ANTARA/REUTERS/Muzaffar Salman
Ilustrasi ANTARA/REUTERS/Muzaffar Salman

NYARIS di seluruh budaya, termasuk dalam budaya barat, pria selalu dianggap sebagai sosok yang lebih tangguh dibandingkan wanita. Dengan ketangguhan ini, tak heran kalau pria yang menangis dianggap cengeng. Tapi ternyata ada beberapa alasan mengapa pria pun bisa menitikkan air matanya.

Psikolog asal Melbourne, Australia, Brian Walsh mencoba mencari tahu apa yang menyebabkan para pria menangis dan bagaimana rasanya setelah menangis.

Walsh melakukan wawancara dengan 28 pria dari berbagai usia dan kalangan. Hasil wawancara yang direkamnya dalam bentuk video dibuat menjadi sebuah film dokumenter berdurasi 33 menit, dengan judul Men & Crying.

“Anggapan selama ini adalah para pria berkeberatan untuk menangis dan mereka merasa menyesal kalau melakukannya,” ujar Walsh dalam wawancara bersama program Radio National dari ABC.

Dari sinilah, Walsh mencoba mencari jawabannya apakah pria yang menangis dianggap sebagai hal yang tabu.”Dari 30 pria yang diundang, 28 orang setuju untuk diwawancarai. Pertanyaannya hanya satu, apa arti menangis bagi mereka,” jelas Walsh.

Menurut Walsh, menangis adalah ungkapan perasaan, pemikiran, dan sensasi yang paling dalam, termasuk bagi para pria. Dengan menggunakan dasar pemikiran ini, menangis adalah salah satu bentuk terapi kejiwaan.

“Para pria mengaku setelah menangis, mereka merasa lebih baik dan nyaman, seperti ada ganjalan yang keluar,” kata Walsh.

Dari hasil wawancara Walsh, pria yang berusia lebih muda sudah menganggap bahwa menangis adalah hal yang wajar, meski mereka mengaku menangis di saat sendirian.

“Sementara di generasi yang lebih tua, seperti misalnya saya, pria selalu diingatkan dan dibesarkan untuk tidak menangis,” tambah Walsh yang mengaku menangis saat dirinya menikah. “Karena menangis dianggap sebagai kelemahan.”

Alasan-alasan pria menangis sama seperti di kalangan wanita, seperti tragedi yang menimpa keluarga atau temannya. ;

Tetapi alasan lainnya adalah saat saat keadaan marah, depresi, atau merasa tertekan. Selain itu, pria juga bisa menangis saat merasa terharu, gembira, bahkan ada pula yang menangis saat menonton film drama dan roman.

“Karena menahan perasaan bukanlah hal yang sehat, perlu ada saluran untuk bisa melupakan apa yang yang dialami oleh jiwa, dan inilah yang diungkapkan lewat menangis,” jelas Walsh.

“Saya menangis kalau sedang stres, hubungan yang emosional,” ujar Lachie, salah satu peserta yang berusia 16 tahun. ;

“Melihat kegembiraan, atau terharu, atau bahkan saat melihat orang lain menangis,” aku Sean, berusia 31 tahun.

ABC Australia – detikNews