JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Tersandung Kasus Pemalsuan, Pejabat Boyolali Terancam Dipecat Tak Hormat

Tersandung Kasus Pemalsuan, Pejabat Boyolali Terancam Dipecat Tak Hormat

377
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

BOYOLALI – Sutojoyo, mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Boyolali yang ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Boyolali terkait kasus dugaan surat palsu untuk Kades Tarubatang terpilih, Purwanto, terancam diberhentikan dengan tidak hormat.

Meski menurut Bupati Boyolali, Seno Samodro menegaskan secara disiplin pegawai, Sutojoyo sudah dikenai sanksi nonjob, dan saat ini sebagai staf di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Sehingga secara tugas pokok dan fungsi, Bupati sudah memberikan hukuman bagi siapa saja PNS yang terlibat kasus tersebut.

Ditemui usai Paripurna di DPRD, Jumat (20/2), Bupati menjelaskan ada beberapa kasus PNS yang dijatuhi hukuman di bawah dua tahun dan kemudian diberhentikan dengan hormat. Namun ternyata terdapat ketentuan, jika tindak pidana tersebut dilakukan sebagai pejabat negara maka sanksinya tegas yakni diberhentikan dengan tidak hormat alias tidak menerima pensiun.

“Harapan kami Sutojoyo tidak bersalah. Sebenarnya kasus ini cukup spesifik sehingga patut menjadi pembelajaran tidak hanya di Boyolali tetapi juga bagi daerah-daerah lain,” terang Bupati.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kejari Boyolali akhirnya menahan Sutojoyo atas dugaan membuat surat palsu keterangan lulus Kejar Paket B untuk Purwanto, calon Kades Tarubatang, Kecamatan Selo, yang kemudian terpilih. Surat palsu itu dibuat Sutojoyo saat masih menjabat sebagai Kepala Disdikpora pada 2013 lalu.

Kajari Boyolali, Andi Murji Machfud didampingi Kasi Pidum, Muhandas menyatakan kasus ini sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) untuk dipersidangkan dalam waktu dekat.

Ario Bhawono