JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Tersangka Meninggal, Kasus Angkutan Desa Terjun ke Jurang Dihentikan

Tersangka Meninggal, Kasus Angkutan Desa Terjun ke Jurang Dihentikan

154
BAGIKAN
TERJUN KE JURANG - Sebuah angkutan desa jurusan Matesih – Karangpandan terjun ke jurang di kawasan Dukuh Banjar, Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan, Rabu (11/2/2015) pagi. Akibat kejadian itu, 1 penumpang tewas dan 14 lainnya luka-luka. Foto: Joglosemar/Putradi Pamungkas
TERJUN KE JURANG – Sebuah angkutan desa jurusan Matesih – Karangpandan terjun ke jurang di kawasan Dukuh Banjar, Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan, Rabu (11/2/2015) pagi. Akibat kejadian itu, 1 penumpang tewas dan 14 lainnya luka-luka. Foto: Joglosemar/Putradi Pamungkas

KARANGANYAR – Kasus kecelakaan maut angkutan pedesaan (Angkudes) di Desa Gerdu, Karangpandan dua pekan lalu secara resmi dihentikan. Pasalnya, sopir angkudes yang menjadi kunci kasus tersebut, Supatno, telah meninggal dunia.

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Karanganyar pun telah menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3). Padahal, Supatno telah ditetapkan sebagai tersangka lantaran dianggap lalai dengan membawa penumpang di luar kapasitas muatan.

“Sopir angkudes tersebut telah meninggal tiga hari selepas kejadian. Dengan demikian, apabila tersangka sudah meninggal dunia maka kasus tersebut resmi diSP3-kan,” ungkap Kasat Lantas Polres Karanganyar AKP Bambang Erwadi, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (26/2/2015).

Kendati kasus tersebut dihentikan, namun pihaknya akan melakukan langkah antisipasi guna mencegah kecelakaan tersebut terulang. Satlantas bakal memberlakukan kebijakan berupa sanksi tilang kepada angkutan umum yang masih nekat membawa penumpang melebihi muatan.

Untuk memuluskan upaya tersebut, Satlantas akan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Karanganyar untuk melakukan pendataan jalur angkutan rawan kecelakaan.

Putradi Pamungkas