JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Tertarik dengan Beasiswa LPDP? Ini Dia Syaratnya

Tertarik dengan Beasiswa LPDP? Ini Dia Syaratnya

297
BAGIKAN

Ilustrasi_Beasiswa_MahasiswaJAKARTA– Sekertaris Jenderal Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Ainun Naim baru saja melakukan kunjungan ke Melbourne dan Adelaide dalam rangka monitoring penerima beasiswa master dan doktoral di beberapa universitas di Australia.

Prof Ainum Naim berkunjung bersama dengan Direktur Dana Kegiatan Pendidikan LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) Abdul Kahar guna melakukan monitoring dan sosialisasi mengenai beasiswa LPDP di Australia.

LPDP adalah singkatan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, sebuah lembaga di bawah naungan Kementerian Keuangan Indonesia yang mengelola dana abadi (endowment fund) untuk kegiatan pendidikan termasuk pemberian beasiswa untuk belajar di luar Indonesia.

Dalam pertemuan dengan para penerima beasiswa LPDP di Melbourne hari Sabtu (21/2/2015) Prof Ainun Naim mengatakan bahwa beasiswa LPDP merupakan salah satu strategi pemerintah dalam meningkatkan kapasistas sumber daya masyarakat Indonesia.

“Di tahun 2030, Indonesia akan kekurangan tenaga kerja terdidik sebanyak 60 juta.”

“Selain itu, rasio peneliti dan jumlah penduduk di Indonesia juga masih sangat rendah. Saat ini per satu juta penduduk Indonesia hanya terdapat 205 peneliti, sedangkan di Singapura per satu juta penduduk terdapat 6.088 peneliti, di Jepang 5.573 peneliti. Diharapkan para alumni LPDP itu sendiri bisa mengisi gap tersebut untuk pembangunan Bangsa Indonesia”, jelas Ainun Naim kepada sekitar 40 mahasiswa yang hadir di KJRI hari Sabtu tersebut.Selain menjelaskan beasiswa LDPP, Ainun juga memaparkan rencana strategis. Pemerintah Indonesia dalam bidang pendidikan seperti pembentukan perguruan tinggi teknik baru, pengalihan status kampus swasta menuju kampus negeri, dan peningkatan kualitas pendidikan dasar dan menegah.

Sementara itu, Abdul Kahar yang hadir sebagai Dewan Pengawas LPDP menjelaskan bagaimana pengelolaan dana abadi tersebut.

“LPDP merupakan lembaga pemberi beasiswa bagi putra-putri terbaik Indonesia yang berkeinginan sekolah baik di dalam negeri maupun luar negeri. Dana LPDP itu sendiri berasal dari dana abadi (endowment fund) Pemerintah Indonesia sejumlah Rp 15.6 trilliun”, papar Abdul Kahar.

Kunjungan di Melbourne diisi dengan kegiatan monitoring dan diskusi di KJRI Melbourne yang dikuti oleh 40 penerima beasiswa LPDP yang sedang menempuh studi di berbagai kampus seperti University of Melbourne, Monash University, dan RMIT.

Di sela-sela kunjungan ke Melbourne, LPDP juga mengadakan sosialisasi beasiswa LPDP meliputi beasiswa pasca sarjana dan beasiswa disertasi kepada Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) dan berbagai organisasi mahasiswa dan masyarakat yang ada di Melbourne.

“Tahun ini, dibuka sebanyak 3100 beasiswa yang dibagi diperuntukkan kepada 2400 pelamar umum, 100 pelamar beasiswa presiden, dan 600 untuk pelamar afirmasi dari daerah 3T (terluar, terdepan, dan tertinggal)” papar Abdul Kahar.

“Beasiswa tersebut bisa digunakan untuk kuliah di 200 perguruan tinggi terbaik di dunia dan 100 perguruan tinggi Indonesia yang berakreditasi A.”

“Proses seleksi meliputi proses administrasi dan wawancara. Untuk seleksi administrasi, pelamar diharuskan membawa dokumen, antara lain ijazah sarjana atau magister dari kampus pelamar, transkrip nilai dengan IPK minimum 3 (S-2) dan 3,25 (S-3), sertifikat TOEFL dengan skor minimum 550 atau IELTS dengan skor minimum 6,5, dan letter of acceptance bagi yang sudah mempunyai”, lanjut Abdul Kahar.

“Kita berharap berbagai bidang studi dan riset yang ditekuni rekan-rekan penerima beasiswa LPDP yang sedang studi di berbagai belahan dunia seperti Australia ini bermanfaat bagi pembangunan Indonesia” pungkas Agus Mutohar, salah satu penerima beasiswa LPDP yang sedang menempuh PhD bidang pendidikan di Monash University, Australia.

Detiknews