JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Tetanus, Penyakit Mematikan Karena Luka

Tetanus, Penyakit Mematikan Karena Luka

348
BAGIKAN

ilustrasi
ilustrasi

TETANUS merupakan salah satu infeksi yang berbahaya karena mempengaruhi sistem urat saraf dan otot.

Dokter Umum Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS), dr Mustopa mengatakan, tetanus merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani. Gejalautama yang ditimbulkannya adalah kejang. Namun, kejang pada penderita tetanus berbeda dengan kejang pada penderita demam maupun epilepsi.

“Kejang pada penderita tetanus ini dalam kondisi sadar. Sedangkan kalau penderita demam maupun epilepsi, kejangnya tidak sadar. Kejang tetanus ini menyakitkan sampai tulang punggung melengkung dan kejang tersebut hilang timbul hingga beberapa kali,” terang Mustopa kepada Joglosemar.

Selain kejang, gejala lain penyakit tetanus yaitu rahang kaku sehingga untuk membuka mulut susah, perut menjadi keras seperti papan, kaku otot leher, sulit menelan. Juga otot perut kaku, kadang disertai demam atau tidak serta disertai bekas luka atau tidak dengan luka.

“Luka bisa saja terkena benda yang berkarat seperti tertusuk besi atau paku. Sedang yang tidak disertai luka ini biasanya berasal dari infeksi telinga atau gigi,“ ujarnya.

Jika gejala tersebut sedang dirasakan, sebaiknya langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Biasanya, penderita tetanus di rawat di ruang isolasi supaya terhindar dari rangsangan cahaya dan suara.Karena, faktor risiko terjadinya kejang pada penderita tetanus yaitu apabila terkena rangsangan cahaya, suara atau suhu ruangan.

“Kalau gejala tersebut dibiarkan dan tidak segera dibawa ke rumah sakit, maka penyakit tetanus tersebut bisa menjadikan komplikasi dan menyebabkan kematian. Untuk itu, jika gejala muncul maka segera tangani dengan baik dan sesegera mungkin, “ imbaunya.

Diungkapkannya, penyakit tetanus ini mematikan meski hanya karena luka. Kematian penderita tetanus ini lantaran infeksi tetanus akan turut menginfeksi otot-otot jantung (miokardiotoxic) dan menginfeksi otot-otot pernafasan. “Hal ini akan membuat penderita tetanus sulit bernafas lantaran otot pernafasan tidak berfungsi secara normal, “ ucapnya.

Dwi Hastuti