JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Tiga Tim ISL Masih Bermasalah dengan Infrastruktur

Tiga Tim ISL Masih Bermasalah dengan Infrastruktur

244
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

JAKARTA – Chief Executive Officer (CEO) PT Liga Indonesia (PT LI) Joko Driyono mengungkapkan ada tiga tim peserta Indonesia Super League (ISL) 2015 yang masih bermasalah dengan persyaratan infrastruktur. Mulai dari PSM Makassar, Pelita Bandung Raya, dan Bali United Pusam United.

“PBR, PSM, dan Bali United, masih dalam verifikasi lanjutan. Tiga klub ini menjadi concern kami,” ucap Joko di kantor PSSI di kawasan Senayan Jakarta, Selasa (10/2/2015).

“Bali United mempunyai masalah lampu (di Stadion Dipta Gianyar). Kalau PSM tinggal upgrade Mattoangin. Mereka tak perlu memulai hal baru seperti Bali United,” imbuhnya.

Satu kasus berbeda dihadapi oleh PBR. Merasa nilai sewa stadion Si Jalak Harupat masih kemahalan, mereka tengah berupaya untuk mengajukan stadion lain untuk menjadi kandang.

“PBR sebenarnya alternatif venue setelah Jalak Harupat menurut kalkulasi mereka tidak ekonomis. Yang mereka ajukan belum bisa kami approve. Terakhir Stadion Patriot Bekasi karena dalam catatan kami belum memenuhi syarat,” kata Joko.

“Mereka sudah menominasikan second venue, jadi tidak ada masalah. Tapi kami berharap tidak terjadi. Benefitnya buat liga terutama buat klub tidak akan maksimal. Kami ingin klub bermain di home ground mereka, sehingga second venue cuma menjadi alternatif,” imbuhnya.

PT LI telah mengimbau peserta ISL tidak menjadi “musafir” lagi di musim 2015. Tapi, hingga kini ada dua klub yang masih bermain di luar daerah asal mereka.

Persiram Raja Ampat akan menggunakan stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, sebagai kandang. Demikian pula Persebaya Surabaya yang akan menggunakan stadion Gelora Bangkalan, Madura, untuk menggelar 10 laga kandang.

Detik – Lucas Aditya