JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Timor Leste Lantik Perdana Menteri Baru dari Kubu Oposisi

Timor Leste Lantik Perdana Menteri Baru dari Kubu Oposisi

339
BAGIKAN

 

Xanana Gusmao | en.wikipedia.org
Xanana Gusmao | en.wikipedia.org

DILI – Timor Leste pada Senin melantik perdana menteri baru untuk memimpin pemerintahan kesatuan di saat negara itu berupaya menyerahkan kekuasaan kepada generasi pemimpin berikutnya lebih dari satu dekade setelah mendapatkan kemerdekaan.

Pergantian kepemimpinan itu dilakukan setelah tokoh kemerdekaan Xanana Gusmao mengundurkan diri sebagai perdana menteri bulan ini. Partainya mencalonkan pengganti dari kalangan oposisi sebagai upaya untuk menenangkan politik di negara itu.

Mantan menteri kesehatan Rui Araujo, seorang dokter yang mengenyam pendidikan di Selandia Baru serta merupakan tokoh populer dari oposisi Fretilin, akan memimpin pemerintahan keenam sejak Timor Leste memisahkan diri pada 2002 dari Indonesia setelah berlangsungnya pertempuran panjang dan berdarah.

Araujo menyatakan janji bahwa pemerintahannya akan mengutamakan kepentingan rakyat Timor Leste daripada perbedaan-perbedaan politik, yang di masa lalu telah membawa negara kecil itu ke dalam kemelut.

“Kita bisa menjadi lebih baik dengan bekerja sama,” demikian dinyatakan Araujo di ibu kota negara, Dili.

Pemerintahan baru, yang akan bersidang untuk pertama kalinya pada Selasa pagi, mengalami perampingan dari 55 menjadi 33 anggota dalam upaya untuk memotong pengeluaran serta mendorong efisiensi.

Beberapa menteri terlibat dalam skandal-skandal korupsi di masa lalu sementara sejumlah lainnya dari penguasa lama sudah diganti oleh muka-muka baru.

Gusmao –mantan pejuang gerilya, yang pernah menjabat sebagai presiden maupun perdana menteri sejak kemerdekaan– akan tetap menjadi menteri di pemerintahan baru.

“Menurut saya, hal itu akan memberi ketenangan kepada banyak orang bahwa ia masih tetap di sana, masih tetap mengawasi hal-hal untuk memastikan segalanya berjalan lancar,” kata Damien Kingsbury, pakar tentang Timor Leste pada Universitas Deakin Australia, kepada AFP.

Araujo memberi penghormatan kepada pendahulunya, yang dipuji karena membantu negara termuda di Asia itu tetap bersatu pada tahun-tahun awal.

Kingsbury menggambarkan Araujo sebagai sosok kuat dan pemersatu, yang bisa bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menghindarkan krisis politik, sesuatu yang ditakutkan banyak pihak di Timor Leste dari pemerintahan yang terpecah.

Timor Leste di masa lalu dilanda kerusuhan namun dalam tahun-tahun terakhir ini secara umum sudah damai sehingga misi penjagaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa akhirnya dapat meninggalkan negara itu pada 2012.

Namun, pemerintahan baru menghadapi banyak tantangan.

Timor Leste masih menjadi salah satu negara termiskin di dunia dan pemerintahnya terus berjuang untuk meningkatkan penghidupan warga negaranya yang berjumlah 1,1 juta orang serta menganekaragamkan perekonomian agar tidak tergantung pada minyak dan gas.

Korupsi demikian mewabah hingga membuat Timor Leste berada di urutan 133 dari 175 indeks korupsi Transparensi Internasional tahun lalu. Negara yang berada di urutan pertama indeks tersebut berarti negara yang paling tidak korup.

Antara