JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Tips Menata Ruang Belajar yang Nyaman Bagi Anak

Tips Menata Ruang Belajar yang Nyaman Bagi Anak

224
BAGIKAN
Ilustrasi | home-designing.com
Ilustrasi | home-designing.com

KONDISI ruang belajar yang memberikan ketenangan, kenyamanan akan mendukung prestasi belajar si anak. Untuk merealisasikan hal tersebut, salah satu langkah bijak bagi para orangtua adalah dengan menyediakan ruang belajar yang sesuai dengan standar kebutuhan si anak untuk belajar. Seperti apakah ruang belajar yang nyaman bagi anak?.

Dosen Arsitektur Universitas Sebelas Maret Surakarta Muhammad Muqqofa menjelaskan, menempatkan kamar belajar anak sebaiknya jangan di tempat yang terlalu ramai. Pilihlah yang jauh dari keramaian.

Lokasi ini akan membantu anak untuk bisa berkonsentrasi. Cat dinding yang digunakan sebaiknya warna soft (lembut) jangan terlalu mencolok. Selain itu, hiasan dinding yang digunakan  jangan terlalu banyak atau  bahkan menarik perhatian. “Kalau lokasi sebaiknya jauhkan dari tempat yang ramai,” terang dia.

Pada dinding sebenarnya boleh saja ditempel alat peraga, seperti gambar huruf, peta dan lainnya. Tetapi ini juga harus disesuaikan dengan kondisi ruangan. Jika ruangan hanya berukuran kecil, ada baiknya minimalkan alat peraga baik yang menempel pada dinding maupun alat peraga yang ada di ruangan itu.

Misalnya, jika ruangan hanya 3 x 3 meter persegi, maka minimalkan alat peraga supaya ruangan nampak lapang dan nyaman untuk belajar. Tetapi, jika ukuran ruangan cukup besar seperti 5 x 5 meter atau 4 x6 meter pemasangan alat peraga di dalam ruangan boleh dilakukan.

Idealnya ruang belajar anak ini memiliki jendela yang langsung berhubungan dengan udara luar. Sehingga, selain untuk sirkulasi udara, jendela ini juga bisa mengusir kepenatan sejenak ketika sedang belajar. Biasanya ruang belajar anak ini menjadi satu dengan ruang tidur. Jika kondisinya demikian, maka perlu diperhatikan peletakan meja belajar dengan tempat tidur.

Sedangkan dari segi pencahayaan, ruang belajar anak hendaknya cukup mendapatkan pencahayaan. Kalau siang hari, ruangan tersebut harus mendapatkan pencahayaan langsung dari matahari. Sedangkan pada malam hari pencahayaan bisa dari lampu. “Seperti lampu LED ini bisa menjadi alternatif untuk penerangan ruangan,” katanya.

Tri Sulistiyani