JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Tiru China, TPS Bonoloyo Dibuat Hanggar

Tiru China, TPS Bonoloyo Dibuat Hanggar

209
BAGIKAN
Ilustrasi sampah
Ilustrasi sampah

SOLO -Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Solo berencana mendesain ulang Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) Bonoloyo, Banjarsari. DKP Bakal menerapkan konsep TPS yang saat ini sudah banyak ada di Negeri China, yakni konsep Hanggar. DKP mengklaim dengan konsep seperti ini, nantinya dapa meminimalisir bau yang selama ini sering mengganggu warga.

Kepala DKP Hasta Gunawan kepada Joglosemar, Minggu (1/2) menjelaskan, Hanggar merupakan  TPS tertutup, dengan penataan saluran untuk sirkulasi gas buang yang baik. Sehingga, bau dari sampah yang ada di TPS bisa dibuang keluar. Cara kerja inilah yang diyakini bisa membebaskan warga sekitar dari bau sampah yang sering mengganggu. “Nanti semuanya tertutup, tetapi juga ada sirkulasi untuk membuang gasnya. Selain itu, untuk pintu masuk juga selalu tertutup dan hanya kendaraan sampah saja yang boleh masuk,” urainya.

Dengan penjagaan petugas, nantinya didalam Hanggar tidak ada pemulung yang bisa masuk. Hasta menuding, banyaknya pemulung yang ada di TPS Bonoloyo juga mengganggu pengangkutan sampah. Karena, mereka sering membuat sampah-sampah yang sudah ada diTPS berhamburan. Dengan adanya konsep ini, sedikit demi sedikit sampah-sampah yang masuk ke TPS bisa dikurangi. Saat ini, volume sampah yang masuk ke TPS Bonoloyo tergolong besar, yakni mencapai 20 sampai 30 ton setiap harinya.

“Target kami nanti dengan adanya pengurangan volume sampah setiap harinya, sampah yang masuk ke TPS hanya sekitar 10 ton untuk setiap harinya,” katanya. Ditanya mengenai kesiapan DKP dalam pembuatan Hanggar, Hasta mengatakan, saat ini DKP tengah menyiapkan desainnya. Rencananya, anggaran untuk merealisasikan Hanggar akan diajukan pada APBD Perubahan mendatang. Hasta memperkirakan, pembangunan Hanggar mencapai Rp 700 juta.

“Kalau di APBD Perubahan disetujui, ya secepatnya bisa kitar realisasikan. Karena di Negeri China sendiri sudah banyak diterapkan sistem itu dan berjalan baik, jadi semuanya tertutup,” ungkap Hasta mengakhiri wawancara. Ari Purnomo