JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Tokoh Muslim di Solo Bahas Nasib KPK: Semoga Presiden Segera Siuman

Tokoh Muslim di Solo Bahas Nasib KPK: Semoga Presiden Segera Siuman

404
BAGIKAN
Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi menyusun poster bertuliskan 'SAVE KPK' di Gedung KPK Jakarta, Jumat (23/1). Mereka menuntut Mabes Polri membebaskan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto yang ditangkap pihak kepolisian. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak
Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi menyusun poster bertuliskan ‘SAVE KPK’ di Gedung KPK Jakarta, Jumat (23/1). Mereka menuntut Mabes Polri membebaskan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto yang ditangkap pihak kepolisian. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak

SOLO– Sejumlah tokoh muslim di Solo berkumpul untuk menyatakan dukungan kepada KPK. Mereka menilai KPK sedang dalam target pelemahan sistematis yang digempur dari berbagai arah oleh kelompok tertentu yang disebut sebagai bagian dari kelompok pro koruptor.

“Kalau ada yang mau melemahkan KPK berarti mereka itu termasuk kelompok koruptor. KPK harus diselamatkan. Semoga Presiden Jokowi segera siuman. Jangan diulur-ulur, selamatkan segera KPK,” ujar tokoh muslim Solo, Mudrick SM Sangidoe, Jumat (13/2/2014).

Hal senada juga disampaikan Ketua Tim Penasehat Tim Pembela Muslim (TPM), Mahendradatta. Dia menilai telah terjadi upaya sistematis untuk pelemahan terhadap KPK dan itu harus segera dihentikan.

“KPK ini sedang dilemahkan dari segala sisi. Bahkan sistemnya akan dicoba untuk diubah. Padahal sistem KPK sduah sangat efektif, terbukti semua kasus yang diajukan KPK selalu berhasil hingga tuntas. Kami merasa harus membela dan mengawal KPL karena lembaga tersebut beroperasi dana umat dan menyelamatkan aset umat,” ujarnya.

Hadir dalam pernyataan dukungan terhadap KPD tersebut sejumlah pimpinan organisasi muslim dan pengasuh sejumlah lembaga pendidikan Islam di Solo. Nampak hadir juga Ketua MUI Kota Surakartak, Zainal Arifin Adnan.

Dukungan terhadap KPK juga tidak hanya dilakukan lewat pernyataan sikap. Pada siang hari, ratusan pemuda yang mengatasnamakan sebagai Umat Islam Surakarta, melakukan aksi di depan gedung Pengadilan Negeri Surakarta.

Mereka mengingatkan agar pengadilan benar-benar obyektif dalam menutuskan praperadilan yang diajukan Komjen Budi Gunawan.

detikNews|Muchus Budi R.