JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Tri Rismaharini, Walikota Terbaik Ketiga di Dunia Versi The World Mayor Project

Tri Rismaharini, Walikota Terbaik Ketiga di Dunia Versi The World Mayor Project

214
BAGIKAN
Tri Rismaharini
Tri Rismaharini

SURABAYA – Walikota Surabaya Tri Rismaharini jadi walikota yang fenomenal. Kerja keras yang dilakukan untuk menata Kota Surabaya sejak 2010 banyak mendapat apresiasi.

Beragam penghargaan diraihnya. Tidak hanya berskala nasional, namun penghargaan berkelas internasional diberikan untuk walikota perempuan pertama di Kota Pahlawan ini. Sekali lagi, Risma yang akan mengakhiri masa jabatannya September 2015 ini telah mampu membuktikan sebagai pemimpin yang bisa memberikan kontribusi positif bagi kemajuan kota.

Terbukti, The World Mayor Project sebuah yayasan dunia yang bergerak untuk memantau kinerja pemimpin kota sedunia kembali memasukkan nama Risma pada sepuluh besar walikota terbaik. Risma yang didukung PDI Perjuangan itu menduduki peringkat tiga dari sepuluh besar walikota sedunia. Ranking pertama disabet Walikota Calgary Kanada Naheed Nenshi, disusul Walikota Ghent Daniel Termont dari Belgia.

Dari situs resmi yayasan yang rutin memberi penghargaan kepada pemimpin kota sedunia itu, Risma disebut sebagai pemenang World Mayor Commendation untuk layanan ke Kota Surabaya. Diterangkan, setelah pemilihan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menjadi presiden Indonesia, Walikota Risma telah menarik perhatian nasional dan internasional untuk menunjukkan kebijakan sosial ekonomi dan lingkungan di kota terbesar kedua di Indonesia

Walikota Risma dipuji karena mau belajar dari pengalaman kota-kota yang berkembang pesat di Asia dan Eropa. Selain itu, kebijakan Risma yang menyulap sebagian besar lahan kosong menjadi ruang terbuka hijau atau taman yang mampu menjadi resapan air untuk mencegah banjir tak luput dari penilaian. Penilaian lain adalah keberadaan taman yang dilengkapi akses Wi-Fi dan termasuk perpustakaan, pusat kebugaran, dan fasilitas olahraga lainnya hingga menciptakan hutan kota.

Terakhir, kerja keras Risma dan anak buahnya membantu menyiapkan data bagi keluarga korban pesawat Air Asia QZ 8501 yang jatuh di Laut Jawa di penghujung tahun 2014 tak luput dari perhatian.

Budi Sugiharto | Detik