JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Ujian Nasional Bukan Lagi Penentu Kelulusan Siswa

Ujian Nasional Bukan Lagi Penentu Kelulusan Siswa

417
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

SOLO- Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Solo memastikan Ujian Nasional 2015 tidak lagi sebagai penentu kelulusan siswa. Berdasarkan rapat koordinasi dengan provinsi, ujian kali ini difungsikan sebagai pemetaan bagi siswa, orang tua, guru dan masyarakat.

Sekretaris Disdikpora Surakarta, Aryo Widyandoko, menuturkan, persiapan UN 2015 terus dilakukan meskipun juklak juknis pasti sampai saat ini belum turun. Hanya saja, juknis pasti terkait penyelenggaraan UN computer based test (CBT) atau tes berbasis komputer ah turun.

“Di Surakarta sendiri UN CBT akan digelar di delapan sekolah yaitu SMA Batik 1, SMA Regina Pacis, SMAN 1, SMAN 3, SMKN 2, SMKN 5, SMPN 1, serta SMPN 4. Sedangkan SMA MTA sebenarnya ditunjuk juga, namun mereka menyatakan tidak sanggup. Dan surat pernyataan keaanggupan pelaksanaan UN CBT telah dikirimkan ke dinas pendidikan provinsi Kamis (29/1) lalu,” ujarnya kepada Wartawan.

Dikatakan Aryo, pelaksanaan UN CBT dijadwalkan pada April dan Mei mendatang. Kendati demikian, tangfal pasti untuk pelaksanaan masih belum dicantumkan.

“Yang pasti ditekankan untuk UN tahun ini tidak sebagai penentu kelulusan. Fungsi sudah bergeser untuk pemetaan saja. Sedangkan untuk juknis UN masih harus menunggu dari pusat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1, Hariadi Giarso, mengutarakan, penyelenggaraan UN CBT dapat terlaksana dengan syarat sekolah memiliki jumlah komputer minimal sepertiga dari jumlah total peserta UN di sekolah tersebut.

“Dan di sekolah kami sendiri jumlah komputernya sudah memadai. Artinya jumlah sudah memenuhi syarat dimana kami harus menyediakan 70 komputer untuk junlah peserta UN sebanyak 207 siswa,” urainya.

Diakui Hariadi, pihalnya sudah melakukan persiapan UN CBT secara intern dengan melakukan pemantapan pada SDM sekolah.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah mulai merintis UN berbasis komputer secara online dimana soalnya diklaim setara dengan yang berbasis kertas.

Triawati Prihatsari Purwanto