JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Ulang Tahun ke-270 Kota Solo, Warga Diajak Teladani Ki Gede Sala

Ulang Tahun ke-270 Kota Solo, Warga Diajak Teladani Ki Gede Sala

409
BAGIKAN
ZIARAH MAKAM--Setda Solo, Budi Suharto menabur bunga pada salah satu makam yang terdapat di komplek makam Ki Gede Solo saat melakukan ziarah makam di Kampung Mloyo Kusuman, Baluwarti, Pasar kliwon, Solo, Kamis (16/2). Ziarah makam tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam menyambut hari jadi kota Solo yang ke 267. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
ZIARAH MAKAM–Setda Solo, Budi Suharto menabur bunga pada salah satu makam yang terdapat di komplek makam Ki Gede Solo saat melakukan ziarah makam di Kampung Mloyo Kusuman, Baluwarti, Pasar kliwon, Solo, Kamis (16/2). Ziarah makam tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam menyambut hari jadi kota Solo yang ke 267. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

SOLO – Dalam rangkaian memperingati HUT Kota Solo ke 270 tahun, jajaran pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta berziarah ke Makam Ki Gade Sala di daerah Mloyokusuman, Baluwarti, Kamis (12/2). Ini sebagai upaya penokohan Ki Ageng Sala yang mempunyai semangat perjuangan menjadi panutan dan contoh menjalankan pemerintahan.

Dari pantauan dilapangan, Wakil Walikota  Achmad Purnomo bersama Sekretaris Daerah dan para jajaran pegawai Pemkot langsung menuju ke makam setelah di tiba di kawasan Mloyokusuman. Mereka pun langsung berdoa sejenak dan menaburkan bungan ke Makam Ki Ageng Sala yang merupakan pendiri Kota Solo.

“Ini rutin dan menjadi agenda tetap Pemkot saat HUT Kota Surakarta tiap tahun, jadi selalu di ziarahi untuk berekspresi tentang pendahulu kita. Moment-moment saat ini bagaimana mengaktualisasikan semangat beliau waktu itu dalam keseharian,” terang Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Surakarta, Budi Suharto usai ziarah di Makam Ki Gede Sala, Kamis (12/2/2015).

Menurutnya, beliau itu cukup sederhana dan mempunyai semangat dalam berjuang bisa dijadikan panutan dan contoh bagi Bangsa Indonesia ini. Kalau berbicara tentang pemerintahan dan jabatan harusnya bisa mengekspresikan tentang loyalitas, bakti dengan kota ataupun republik.

“Kita ambil nilai-nilai positif beliau waktu itu. Memang bangsa yang besar itu tidak melupakan sejarah dan nilai itu yang harus diekspresikan, ini hanya ziarah saja dan mengingat jasa-jasa beliau,” katanya.

Melihat Ki Ageng Sala, lanjut dia, merupakan sosok yang rela berkorban, menjadi panutan dan mampu mengayomi warganya waktu itu. Nilai-nilai seperti itu sangat relevan untuk bisa diterapkan dalam kontek sekarang khususnya Pemkot dalam menjalankan tugas-tugasnya. Memang konteks sekarang yang republik ini berbeda dengan dulu, namun masih ada relevansinya.

“Kalau saya baca tentang ketokohan beliau, rela berkorban dan mengayomi warganya. Untuk perawatan makam ini sudah kami lakukan secara rutin walaupun bukan memakai anggaran khusus, karena ini akan salah satu monumen sejarah,” sambungnya.

Sementara itu Juru Kunci Makam Ki Ageng Sala, Susanti menyatakan sudah menjadi agenda pemkot tiap tahunnya saat peringatan HUT Kota Solo selalu ziarah kesini. “Ini sudah jadi aganda rutin Pemkot tiap tahunnya. Hanya sebentar disini berdoa dan menaburkan bunga saja,” imbuhnya.

Susanti menambahkan, tiap seminggu sekali tepatnya malam jumat ramai dikunjungi masyarakat dan itu kebanyak dari luar kota. Mereka kesini berdoa agar bisa mendapatkan berkah. “Tiap malam jumat itu ada ratusan yang datang dan itu silih berganti, kalau ada moment seperti Pemilu juga ramai. Ya, mencari keberkahan dan berdoa agar tujuannya bisa tercapai,” pungkas dia.

Ari Welianto