JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Wacana Relokasi Dusun Guyon Tuai Masalah

Wacana Relokasi Dusun Guyon Tuai Masalah

241
BAGIKAN
Tanah longsor di Kudus
Ilustrasi

KARANGANYAR – Wacana relokasi belasan warga Dusun Guyon, Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu yang rawan longsor terbentur keengganan Pemerintah Desa setempat. Pasalnya, mereka tak ingin aset tersebut dipakai begitu saja tanpa ada kompensasi pengganti.

Menurut Kepala Desa Tengklik, Paidi, tanah kas desa merupakan satu-satunya aset yang dimiliki desa. Lebih-lebih, tanah tersebut tak menghasilkan manfaat yang cukup bagi masyarakat setempat. Tanah kas desa yang terletak di Bukit Surya seluas 1 hektare tersebut, hanya menghasilkan Rp 23 juta per tahun.

“Hanya itu yang dimiliki desa, maka kami harus berfikir dua kali. Apalagi tukar guling, itu juga akan sulit. Sebab, mereka pun tak akan mau melepasnya begitu saja,” ujar Paidi kepada wartawan, Selasa (3/2/2015).

Paidi khawatir jika desanya akan kehilangan pendapatan jika warga Guyon direlokasi ke tanah kas tanpa ada ganti kompensasi. Meski demikian, ia tak memungkiri kondisi tanah di RT 01/RW III Guyon semakin membahayakan warga selama sepekan terakhir. Pasalnya, pergerakan tanah semakin cepat. Yang terbaru, tiga titik retakan menjalar di jalan antar kampung.

“Jalan antar penghubung kampong saja sudah mengalami keretakan. Kami tak dapat memprediksi akan kemana lagi laju retakan itu,” sebutnya.

Sementara itu, usai mengumpulkan 13 keluarga dalam musyawarah terbatas di kantor desa setempat awal pecan lalu, diketahui terdapat separuh keluarga yang tak punya lahan tempat tinggal lain. Sisanya, bersedia untuk pindah ke lokasi lain maupun ke saudara masing-masing. Mereka yang siap pindah dimina untuk menyerahkan salinan dokumen kependudukan beserta kepemilikan tanah kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar. Sebagaimana diketahui, warga yang siap pindah tersebut bakal difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar dan diberi dana bantuan masing-masing Rp 45 juta.

Terpisah, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo mengakui sulitnya untuk mencari lahan untuk relokasi di Tawangmangu. Untuk itu, pihaknya mencoba menjajaki pemerintah desa setempat untuk bersedia mempersilahkan tanah kasnya di Bukit Surya agar digunakan sebagai relokasi.

“Kita tawarkan di Bukit Surya, sebab mencari lahan di Tawangmangu memang sulit. Kalau ada lebih dari 5 keluarga yang bersedia, akan kita ajukan,” jelasnya.

Di sisi lain, warga akan tetap mendapatkan hak penuh atas kepemilikan tanah yang ditinggalkannya.

“Tidak akan diambil pemerintah, itu akan tetap menjadi hak mereka,” imbuh Rohadi.

Putradi Pamungkas