JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Wakapolsek Gunungpati, Selain Mabuk Juga Sempat Sekap Dua SPG Rokok

Wakapolsek Gunungpati, Selain Mabuk Juga Sempat Sekap Dua SPG Rokok

426
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

SEMARANG– Wakapolsek Gunungpati, AKP Hd, yang mengamuk di tempat karaoke dan kantornya hari Senin (16/2) lalu ternyata sempat menyekap SPG rokok yang menemaninya. Bahkan oknum itu juga memukul karyawan karaoke dan mengancam akan menembak.

Peristiwa itu terjadi di Cafe & Resto Kumala Asri di daerah Jedung yang jaraknya sekitar 500 meter dari Mapolsek Gunungpati. Pengelola karaoke, Yuliana Safitri, mengatakan Hd datang sekitar pukul 15.00 WIB bersama dua SPG.

“Datang sekitar jam 15.00 – 16.00. Saya tidak tahu persis karena saya sedang belanja, teman-teman masih di kolam. Tahu-tahu dia sudah ada di depan room,” kata Yuliana saat ditemui di tempat kerjanya, Rabu (25/2/2015).

Menjelang pukul 18.00, Hd marah-marah dalam keadaan mabuk. Ia saat itu diduga marah karena SPG yang dibawanya meminta pulang ke kantor. Dua SPG tersebut menangis karena Hd main tangan.

Karyawan menghampiri ruang karaoke Hd. Bukannya mereda, emosi Hd malah bertambah. Karyawan bernama Nanang diguyur minuman keras bahkan dipukul.

Merasa pelanggannya sudah keterlaluan, Yuliana berangkat ke Mapolsek Gunungpati dan meminta petugas agar menjemput Wakapolsek yang mengamuk. Kemudian dua polisi datang dan menjemput oknum tersebut.

“Saya bukan melapor, tapi minta tolong biar dijemput. Pak Mian dan Pak Agus Irfan kemudian datang menjemput, tapi dia enggak mau dijemput,” tandasnya.Disinyalir Hd tidak mau dijemput dua polisi tersebut karena pangkatnya lebih rendah dari dirinya. Beberapa waktu kemudian, dua SPG itu diantar ke Mapolsek menggunakan mobil patroli dan ada yang diantar Nanang. Sedangkan Wakapolsek tersebut dibonceng Nanang ke Mapolsek.

Di Mapolsek Gunungpati, ternyata Hd mengamuk, ia mengambil parang dan mencari-cari Kapolsek, Kompol Ahmadi yang memerintahkan dua anggota yang menjemputnya.

Karena merasa terancam, Kapolsek pun lari, namun hal itu tidak meredakan emosi Hd. Saat itu Hd yang masih terbakar emosi dan dalam keadaan mabuk menghantamkan parangnya ke mobil Kapolsek yang masih terparkir.

Usai membuat kegaduhan di kantornya sendiri, Hd melarikan diri dan hingga saat ini masih dalam pengejaran. Akibat perbuatannya itu, Kapolrestabes Semarang dengan tegas me-mutasi Hd karena tidak layak menjadi Wakapolsek.

detikNews|Angling Adhitya Purbaya