JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Wanita Asal Boyolali Racik Miras Oplosan dari Alkohol 85 Persen

Wanita Asal Boyolali Racik Miras Oplosan dari Alkohol 85 Persen

276
BAGIKAN
HASIL PEKAT- Sejumlah botol berisi miras jenis ciu yang diamankan dalam operasi penyakit masyarakat (Pekat) di sejumlah kios di wilayah Sragen Kota dan Ngrampal, Selasa (24/6).  Wardoyo
Ilustrasi

SEMARANG– Bermodal pengetahuan di bidang farmasi, seorang wanita berinisial TW (48) warga Jalan Merbabu, Kabupaten Boyolali nekat mengoplos minuman keras. Ia bahkan menggunakan botol bekas minuman keras merek terkenal agar laku dijual.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Djoko Purbohadijoyo mengatakan pihaknya mendapatkan informasi adanya miras palsu di tempat hiburan malam di Magelang. Sumbernya ternyata dari rumah TW di Boyolali.

“Sumbernya dari Boyolali. Jadi itu home industri,” kata Djoko saat gelar kasus di kantor Dit Reskrimsus Polda Jateng, Jalan Sukun Semarang, Senin (9/2/2015).

Berdasarkan pengakuan tersangka, ia pernah mempelajari tentang farmasi dan pernah bekerja sebagai asisten apoteker. Kemudian TW mulai meracik minuman keras sendiri dengan bahan alkohol 85%, air mineral, dan perasa. Ia merasa minuman itu aman namun nyatanya membahayakan nyawa.

“Tersangka pernah belajar farmasi, ada pengalaman. Untuk rasa dan warnanya, dia menyesuaikan dengan yang asli,” tandas Djoko.

Sementara itu botol bekas, kardus, dan label diperoleh dari seseorang dari tempat hiburan. TW kemudian mengemasnya kembali dan menggunakan hair dryer untuk menempelkan label segel ditutup. Setelah itu TW menjualnya ke tempat hiburan lain.

“Saya beli botol bekas Rp 10 ribu,” kata TW singkat.TW menjual minuman buatannya seharga Rp 80 ribu sampai Rp 100 ribu ke tempat hiburan malam di Magelang. Kemudian tempat hiburan yang membeli akan menjualnya dengan harga asli.

“Yang menerima pasokan menjual dengan harga asli. Beroperasi sejak dua tahun lalu. Kita belum tahu keuntungan tersangka karena produksinya tidak maraton, tapi jika ada pesanan dan pasokan botol bekas,” terang Djoko.

Akibat perbuatannya, TW dijerat pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf s UU RI No. 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman pidana 5 tahun penjara. Kemudian pasal 142 jo pasal 91 ayat (1) UU RI No. 18 tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara. Ada juga jeratan pasal 204 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sementara itu barang bukti yang diamankan adalah 85 botol minuman beralkohol, tujuh kardus botol kosong, lima jerigen alkohol, dua karung tutup botol, satu karung label minuman, dan peralatan lainnya.

detikNews|Angling Adhitya Purbaya