JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Warga Diminta Lapor Jika Melihat Pohon Rawan Tumbang

Warga Diminta Lapor Jika Melihat Pohon Rawan Tumbang

248
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

SOLO – Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Solo meminta agar warga segera melaporkan jika ada pohon besar dan tua yang rawan tumbang. Ini dilakukan untuk meminimalisir banyaknya pohon-pohon tersebut tumbang akibat angin kencang.

Kepala DKP Kota Surakarta, Hasta Gunawan mengatakan ada beberapa titik yang rawan pohon tumbang dan salah satunya yang robuh saat peristiwa angin kencang kemarin. Perlu peran warga untuk bisa melaporkan pohon-pohon yang rawan tumbang.

“Memang ada beberapa lokasi yang rawan pohon tumbang seperti di Jalan Slamet Riyadi atau Jalan Juanda. Karena disana banyak pohon besar dan berusia tua,” katanya, Selasa (17/2/2015).

Menurutnya, jika ada laporan dari warga maka petugas akan langsung mengecek kondisi pohon tersebut. Apakah ditebang atau hanya dipangkas saja, karena kalau itu ditebang harus izin dulu ke Walikota jika tidak maka dianggap ilegal. Memang itu tidak bisa diprediksi dan bisa terjadi kapan saja, karena memang semalam itu anginnya cukup kencang.

“Kalau pengecekan tetap kami lakukan untuk mengetahui kondisi pohon. Itu tidak bisa diprediksi dan untuk mengantisipasi memang sulit, kalau pohon yang tumbang semalam itu ada di tengah,” ungkapnya.

Di Solo, lanjut dia, memang ada beberapa pohon yang usianya itu sudah tua seperti pohon jenis Asem Kranji, Angsana ataupun Trembesi. Jenis pohon tersebut bisa dijumpai di kawasan Jalan Slamet Riyadi, Jalan Juanda ataupun Jalan Kolonel Sutarto.

“Untuk pohon asem kranji jika sudah berumur tua memang mudah patah. Sedangkan angsana mudah patah rantingnya dan kalau Pohon Trembesi itu tergantung akarnya bagaimana nanti,” paparnya.

Hasta menambahkan, petugas selalu memantau wilayah yang rawan pohon tumbang tersebut. Ada dua tim yang beranggotakan masing-masing 5 personel disebar, yang mana mereka paham dan ahli mengenai pohon kota. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP ataupun kecamatan.

“Memang sangat sedikit personel yang ahli dalam pohon. Namun kami dibantu oleh BPBD, Satpol PP dan kecamatan, kan mereka juga punya peralatan juga,” pungkasnya.

Ari Welianto