JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Warga Gunung Kidul Kembangkan Pertanian Aquaponik

Warga Gunung Kidul Kembangkan Pertanian Aquaponik

628
BAGIKAN

 

Ilustrasi | aquaponicssystem.net
Ilustrasi | aquaponicssystem.net

GUNUNG KIDUL – Kelompok masyarakat di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengembangkan tanaman melalui cara aquaponik, yakni metode tanaman dan memelihara ikan secara bersama-sama.

Seorang warga Dusun Kerjo 2, Desa Genjahan, Ponjong, Riptanto di Gunung Kidul, Selasa, mengatakan, dirinya bersama kelompok wanita tani memanfaatkan lahan sempit untuk menanam sayuran.

Adapun sayuran mulai dari tomat, cabai, brokoli, terong, seledri, sawi, selada merah hingga tanaman herbal bisa tumbuh subur di botol air mineral yang digantung menjadi pit dilubangi dan digantung menggunakan tali plastik sebanyak empat tingkat.

“Penataannya dibuat sejajar agar airnya bisa keluar ke bawah,” kata Riptanto.

Ia mengatakan, air yang digunakan untuk menyiram berasal dari kolam ikan dengan menggunakan pompa aquarium.

“Air yang mengalir dari kolam dialirkan ke pot untuk menyiram tanaman sekaligus untuk menyaring air. Didalam pot terdapat sekam dan arang,” katanya.

Selain tanaman sayuran dan buah, kata Riptanto, metode ini bisa untuk menanam tanaman padi yang biasanya ditanam di lahan seluas 1000 meter, bisa tanam di dalam 1250 botol.

“Dengan metode ini, kita bisa menghemat lahan. Saat ini, metode aquaponik tanaman padi belum terlihat hasilnya karena kita saat ini baru pertama kali. Bika berhasil nantinya bisa di ekspor ke Jepang,” kata dia.

Riptanto mengatakan, metode ini sudah dilakukan sejak 3 tahun terakhir, sebagai pengembangan perikanan yang sudah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir.

“Sebelumnya, saya hanya berkecimpung dalam dunia perikanan,” katanya.

Ia mengatakan, di daerahnya ada 3 lokasi yang memanfaatkan metode yang sama tersebut. Diakuinya untuk hasil pertanian sudah berhasil di panen dan dipasarkan di sekitar Kecamatan Ponjong.

“Memang dari segi harga masih sama dengan hasil pertanian umumnya, padahal hasil dari pertanian ini merupakan organik karena tidak menggunakan pupuk kimia,” kata dia.

Antara | Sutarmi