JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Warga Lereng Merapi Blokir Penambangan Liar di Pakem

Warga Lereng Merapi Blokir Penambangan Liar di Pakem

366
BAGIKAN

 

Ilustrasi |  Joglosemar/Angga Purnama
Ilustrasi |
Joglosemar/Angga Purnama

SLEMAN – Ratusan warga Desa Purwobinangun dan Desa Giritirto di lereng Gunung Merapi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (17/2/2015) memblokir Jalan Turgo di perbatasan dua desa itu menolak aktivitas penambangan liar menggunakan alat berat di lahan pertanian.

Mereka juga menghadang truk pengangkut pasir dengan memblokir pertigaan jalan Dusun Candi Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem Sleman dan mengelar sidang rakyat, membentangkan spanduk menolak penambangan pasir yang merusak lahan produktif, serta daerah resapan air.

“Penambangan pasir dengan alat berat telah terjadi sejak empat bulan lalu. Masyarakat resah karena kawasan lereng Gunung Merapi menjadi rusak,” kata warga Dusun Candi, Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Basuki (51).

Menurut dia, setiap siang dan malam truk pasir melintas di jalan Dusun Candi Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem, mencapai lebih dari 800 truk.

“Sedangkan alat berat yang beroperasi di daerah penambangan sekitar 18 unit. Bisa dibayangkan, jalan dusun yang kecil dilewati 800 truk setiap siang dan malam. Aspal jadi rusak, padahal jalan ini digunakan jalur evakuasi warga jika sewaktu-waktu terjadi erupsi Merapi,” katanya.

Ia mengatakan penambangan dengan alat berat telah membuat lubang cukup dalam sehingga mengurangi resapan air.

“Akibatnya mata air di sekitar lereng Selatan khusunya wilayah Dusun Candi dan debitnya sudah mulai berkurang. Dalam lubang rata-rata sampai sekitar 20 meter. Lereng Merapi merupakan daerah resapan, kalau rusak lalu apa anak cucu kita akan kesulitan mencari air,” katanya.

Basuki mengatakan warga merasa resah apalagi di lokasi penambangan dijaga preman-preman. Mereka sering mengancam warga yang protes penutupan penambangan.

“Dalam sidang rakyat ini, warga menuntut penambangan pasir dihentikan. Alat berat yang ada di lokasi penambangan juga harus turun. Pemerintah harus bertindak demi alam lereng Merapi,” katanya.

Akibat pemblokiran ini, ratusan truk pasir terpaksa berhenti karena tidak bisa lewat.

Antara | Victorianus SAt Pranyoto