JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Waspada! Peredaran Daging Opolsan Sapi dan Celeng

Waspada! Peredaran Daging Opolsan Sapi dan Celeng

296
BAGIKAN
Kepala Disperindag Sukoharjo, AA Bambang Haryanto memeriksa daging sapi yang bereda di Pasar Kartasura, Sabtu (19/7/2014) dini hari.| Foto: Murniati
Ilustrasi: Joglosemar/Murniati

BOYOLALI – Menyusul tertangkapnya satu truk daging celeng ilegal di Pelabuhan Merak dengan tujuan Boyolali beberapa hari kemarin, masyarakat diminta waspada peredaran daging sapi oplosan daging celeng di pasaran.

Imbauan ini disampaikan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali, Rabu (11/2/2015). Bambang Jiyanto, Kepala Disnakkan Boyolali, mengatakan pihaknya sudah mengetahui informasi penangkapan truk muatan daging celeng tersebut. Apalagi dari informasi di media, aksi pengiriman daging celeng ini tidak sekali ini saja.

“Antisipasi kami lakukan dengan memperketat pengawasan daging yang dijual di pasar-pasar,” ungkap Bambang.

Selain pengawasan terhadap pedagang di pasar-pasar, pihaknya juga menghimbau masyarakat agar tidak mudah tertarik dengan harga daging yang dijual murah. Justru masyarakat diminta waspada jika ada daging sapi yang dijual murah dibandingkan dengan harga pasaran. Saat ini harga rata-rata daging sapi di pasaran mencapai Rp90 ribu/kg.

Diakui Bambang, untuk membedakan antara daging sapi dengan daging celeng cukup susah, terutama bagi masyarakat awam yang tidak terbiasa bersinggungan dengan daging sapi. Selain itu, daging celeng tersebut juga sulit dibedakan jika sudah dicampurkan dengan daging untuk bakso.

“Kala masih berupa daging, masih bisa dibedakan karena tekstur daging sapi lebih kasar dibandingkan daging celeng. Selain itu daging celeng warnanya juga lebih pucat,” jelas Bambang.

Drh. Hendro Kurnianto, Kasi Kesehatan Masyarakat dan Veteriner Disnakkan Boyolali menambahkan, selama ini pengawasan peredaran daging sudah dilakukan secara rutin. Namun dengan kejadian ini pihaknya memperketat pengawasan di masyarakat.

Ario Bhawono