JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Waswas Banjir Susulan, Warga Solo Enggan Bongkar Tenda Pengungsian

Waswas Banjir Susulan, Warga Solo Enggan Bongkar Tenda Pengungsian

308
BAGIKAN
Warga mendirikan tenda darurat di tanggul Pucang Sawit Jebres Solo, Jumat (20/02/2015) akibat banjir menggenangi wilayah pemukiman warga. Banjir mulai masuk kawasan pemukiman warga Jumat dini hari setinggi paha orang dewasa. Foto: Joglosemar/Maksum N F
Warga mendirikan tenda darurat di tanggul Pucang Sawit Jebres Solo, Jumat (20/02/2015) akibat banjir menggenangi wilayah permukiman warga. Foto: Joglosemar/Maksum N F

SOLO – Kendati banjir di daerah bantaran Sungai Bengawan Solo sudah mulai surut, namun warga sekitar masih waswas. Bahkan tenda untuk mengungsi yang dipasang di atas tanggul tidak dibongkar untuk mengantisipasi adanya banjir susulan.

“Tidak dibongkar untuk antisipasi banjir datang. Memang ada tenda yang sudah dibongkar beberapa hari lalu,” ujar Warga RT 03 RW XIII Sangkrah, Sutarni (55), Senin (23/2/2015).

Menurutnya, warga masih waswas jika banjir datang lagi melihat cuaca saat ini tidak menentu. “Kalau kemarin itu meluapnya pas malam hari sekitar Pukul 22.00 WIB. Tenda mulai dibongkar itu Sabtu (21/2/2015) dibantu TNI,” imbuhnya.

Warga lain RT 02 RW X Sangkrah, Mulyani (50) mengaku saat kejadian banjir kemarin tidak bisa tidur karena harus menyelamatkan barang-barangnya dan mengungsi. Masih khawatir jika banjir akan datang lagi. ”Kalau hujan deras dan lama pasti meluap dan warga mengungsi. Yang jelas warga sudah mengantisipasi jika banjir datang lagi,” ungkapnya.

Sementara itu Lurah Sangkrah, Singgih Bagjono menyatakan jika banjir masih mengancam warga bantaran kendati sudah surut. “Banjir masih mengancam melihat kondisi cuaca saat ini,” terangnya. Sainggih menambahkan, untuk mengantisipasi pihaknya terus memantau kondisi ketinggian air sungai.

Ari Welianto