JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Wayang Jurnalis Petruk Nagih Janji Sukses Hibur Penonton

Wayang Jurnalis Petruk Nagih Janji Sukses Hibur Penonton

251
BAGIKAN
Ilustrasi: Maksum Nur Fauzan
Ilustrasi: Maksum Nur Fauzan

JAKARTA– Pertunjukan Wayang Jurnalis: “Petruk Nagih Janji” yang digelar hari ini di Auditorium Galeri Indonesia Kaya, West Mall Grand Indonesia, Jakarta, sukses menghibur penonton meski para pemainnya hanya berlatih dalam waktu yang singkat.

Pertunjukan yang dimulai sekitar pukul 15.00 WIB itu sukses menyedot perhatian para penonton yang memenuhi auditorium, bahkan beberapa pengunjung Galeri Indonesia Kaya yang ingin menonton terpaksa mengurungkan niatnya karena tempat duduk sudah penuh.

Sang sutradara, Teguh “Kenthus” Ampiranto, mengatakan tak sulit mengarahkan para pemain meski para jurnalis yang terlibat tak memiliki latar belakang akting atau bahkan kultur Jawa yang dekat dengan cerita pewayangan.

“Ketemu sama para jurnalisnya cuma empat kali, jadi saya mensiasatinya dengan mengurangi porsi tari dan sikap wayangnya, banyakin dialog karena saya paham teman-teman wartawan ini biasanya pintar ngomong,” kata Kenthus usai pertunjukan di Galeri Indonesia Kaya, Minggu (15/2/2015).

Wayang jurnalis yang dipentaskan hari ini merupakan kolaborasi Wayang Orang Bharata dan 30 jurnalis mulai dari pemimpin redaksi hingga reporter media cetak, online, hingga televisi dalam menyuguhkan cerita Petruk.

“Petruk Nagih Janji” menceritakan kisah Petruk, sang punakawan dalam dunia wayang. Nasionalisme Petruk terketuk untuk melakukan bela negara ketika terjadi pemberontakan Prabu Pergola Manik.

Petruk dengan gagah berani maju ke medan laga dan berhasil memadamkan pemberontakan. Petruk berhak atas seorang puteri Prabu Kresna yang bernama Prantawati sebagai hadiah.

Namun karena puteri tersebut masih belum dewasa, Petruk diminta untuk bersabar menunggu. Setelah menunggu sekian lama, hadiah yang dijanjikan belum juga diterima.

Prabu Kresna ternyata lupa akan jasa-jasanya. Petruk pun lalu menagih janji untuk mendapatan hak yang pernah dijanjikan oleh Prabu Kresna.

Pertunjukan dipenuhi suguhan humor penuh improvisasi yang segar antar-pemain.

Salah satu adegan yang mengundang tawa penonton adalah saat Petruk yang menjelma menjadi Bambang Sukma Nglembara harus “nembang” untuk Dewi Prantawati.

Dwi Sasono, aktor pemeran Petruk, sudah memasang sikap layaknya ksatria wayang orang yang hendak nembak.

“Ooooo.. burung nyanyikanlah, katakan padanya aku rindu,” alih-alih nembang, Dwi Sasono melantunkan kata-katanya menjadi syair lagu Ini Rindu-nya Farid Hardja.

“Ini pertama kalinya saya main wayang orang dengan jurnalis, benar-benar pengalaman yang menyenangkan dan menghibur,” kata Dwi usai pentas.

Sementara itu, pemeran Gareng, Dwi Sutarjantono, jurnalis dari majalah Esquire mengaku bangga bisa terlibat dalam pertunjukan itu.

“Bangga rasanya kembali terlibat dalam wayang jurnalis. Bagi saya wayang jurnalis merupakan program yang mampu memberikan warna baru bagi jurnalis, memperlihatkan secara nyata proses seni pertunjukan wayang orang,” kata Dwi Sutarjantono.

ANTARA