JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Wereng Cokelat Mengganas di Perbatasan Klaten-Sukoharjo

Wereng Cokelat Mengganas di Perbatasan Klaten-Sukoharjo

308
BAGIKAN
Ilustrasi | Joglosemar|Ario Bhawono
Ilustrasi | Joglosemar|Ario Bhawono

KLATEN – Cuaca yang lembab karena hujan yang tidak merata mulai memicu munculnya serangan hama di lahan padi beberapa wilayah. Serangan terparah dilaporkan terjadi di Desa Babadan, Kecamatan Karangdowo yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Sukoharjo.

” Luas serangan mencapai 75 hektare. Angka yang lumayan luas untuk perbatasan,” ungkap Ketua Gabungan Kelompok Tani Desa Babadan, Pitoyo, Selasa (3/2/2015).

Menurutnya, sejak sepekan ini serangan wereng cokelat mulai berdampak pada tanaman padi di desanya. Padi usia 20 hari hingga 60 hari diserang sehingga berubah kering. Jika dilihat dari pematang seperti padi yang terbakar sebab warnanya berubah cokelat. Petani sudah berupaya mengatasi dengan pestisida semampunya tetapi serangan semakin ganas dan cepat.

“Dengan cuaca yang cenderung dingin dan lembab sepekan ini kami khawatir serangan akan semakin tidak terkendali.,”tuturnya.

Piyoto melanjutkan, temuan itu sudah dilaporkan ke Dinas Pertanian untuk ditindaklanjuti. Rencananya akan digelar gerakan massal penyemprotan wereng untuk mencegah lahan gagal panen atau serangan meluas ke daerah lain. Diduga hama tersebut merupakan loncatan dari wilayah lain yang sudah panen. Buktinya baru ditemukan di desanya dan desa lain belum ada serangan. Sebelum merajalela petani berharap segera ditangani.

Disisi lain, menurut petugas pengamat lapangan (PPL) Desa Babadan, Andik Susanto serangan wereng cokelat baru sebatas awal dan belum berdampak gagal panen. Serangan werengnya belum sampai taraf mengkhawatirkan . ” Baru temuan spot namun segera kami laporkan kepada dinas terkait,” katanya.

Sementara itu, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Pemkab Klaten, Joko Siswanto menjelaskan laporan dari Desa Babadan sudah ditindaklanjuti.

”Bantuan pestisida sudah dikirimkan dan akan ada gerakan massal. Tindakan yang cepat harus segera diambil mengingat serengan wereng sangat cepat. Terlebih dengan cuaca yang lembab dan dingin akan mempercepat penetasan wereng,”tuturnya

Menurut Joko, biasanya telur hama wereng tujuh hari baru menetas tetapi dengan cuaca lembab seperti saat ini hanya buruh waktu tiga sampai lima hari. Jika petani lengah dampaknya akan mencemaskan.

“Kami menghimbau pada semua petani dan petugas lapangan secepatnya melapor ke Dinas jika ada serangan wereng di daerahnya. Deteksi ini sangat penting untuk pencegahan agar tidak meluas,”pungkasnya.

Dani Prima