JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Menghajar Istrinya, Pegawai Lembaga Pemasyarakatan Sragen Dipolisikan

Menghajar Istrinya, Pegawai Lembaga Pemasyarakatan Sragen Dipolisikan

864
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

SRAGEN– Seorang pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Sragen berinisial MUK (32) dilaporkan ke Polres Sragen oleh istrinya sendiri AVI (31). Aksi pelaporan itu dilakukan lantaran sang suami diduga telah melakukan tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap korban.

Aksi penganiayaan itu terjadi pada Minggu (08/3/2015) dinihari sekira pukul 01.00 WIB di rumah mereka di Teguhan RT 5/2, Sragen Wetan. Korban yang dihajar, dipukul dengan sabuk serta senter mengalami luka sobek dan lebam.

Aksi KDRT itu terungkap setelah korban nekat melapor ke Polres Sragen kemarin. Dalam laporannya, disebutkan aksi penganiayaan itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB.

Berdasarkan data di Mapolres, kejadian bermula ketika dinihari itu, MUK diketahui baru pulang dari bepergian sejak petang. Sesampai di rumah, ia langsung menghampiri istrinya yang berada di salam kamar.

Diduga karena pulang larut itulah, keduanya sempat terlibat cekcok. Sebelum kemudian MUK naik pitam dan memukul korban berulangkali. Menurut keterangan korban, ia dipukul pertama kali dengan jaket, lalu dengan sabuk kopel dan dilempar lampu
senter hingga mengalami luka.

Tak cukup sampai di situ, MUK kembali menghajar istrinya dengan tangan kosong hingga beberapa kali ke bagian wajah. Akibat pukulan itu, korban mengalami luka lebam di kelopak mata kiri dan telapak tangan kiri mengalami luka robek sehingga harus mendapat dua jahitan.

Merasa tidak terima diperlakukan seperti itu, korban akhirnya didampingi kerabatnya nekat melaporkan kejadian itu ke Polres. Kapolres Sragen AKBP Dwi Tunggal Jaladri melalui Kasubag Humas AKP Saptiwi, membenarkan adanya laporan dugaan KDRT yang melibatkan pegawai Lapas Sragen tersebut.

Menurutnya saat ini kasus tersebut masih dalam pendalaman dan penyelidikan. Tim masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi maupun korban.

Wardoyo