JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pembongkaran Pasar Darurat Tanggul dan Sibela Tunggu Lelang Selesai

Pembongkaran Pasar Darurat Tanggul dan Sibela Tunggu Lelang Selesai

103
BAGIKAN
Suasana di Pasar Darurat Lapangan Mojosongo, Kamis (08/01/2015). Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Kota Surakarta belum akan memindahkan 35 pedagang dari pasar darurat ke pasar Sibela, Mojosongo sebelum adanya penyerahan aset | Foto: MaksumN F
Suasana di Pasar Darurat Lapangan Mojosongo, Kamis (08/01/2015) | Foto:  Joglosemar/MaksumN F

SOLO – Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Kota Solo belum bisa memastikan kapan pembongkaran dua pasar darurat yakni Pasar Tanggul dan Pasar Sibela akan dilakukan.

Pasalnya, lelang pembongkaran yang sudah dilakukan DPP gagal dilakukan karena tidak ada pemenangnya. DPP berencana menggelar lelang kedua dalam waktu dekat ini.

“Untuk lelang pertama tidak ada pemenangnya, kita coba ulang lagi. Kalau nanti tidak juga ada pemenangnya akan kita tunjuk peserta lelang yang memberikan penawaran tertinggi,” kata Kepala DPP Subagiyo kepada Joglosemar, Jumat (4/9/2015).

Subagiyo juga mengatakan sejatinya untuk penghapusan aset sudah selesai dilakukan. Tetapi untuk pembongkaran harus melalui lelang.

Subagiyo tidak bisa memastikan penyebab gagalnya lelang. Tetapi, dimungkinkan karena tingginya nilai lelang yang ditawarkan Pemkot. Subagiyo menyebut, lelang pembongkaran untuk pasar darurat Sibela mencapai Rp126 juta. Sedangkan untuk pembongkaran pasar darurat Tanggul sebesar Rp128 juta.

Sementara itu, salah seorang warga Sibela, Mojosongo Candhra (32) meminta agar Pemkot Solo secepatnya membongkar pasar darurat tersebut. Pasalnya, keberadaan pasar darurat yang sudah tidak digunakan itu sering disalahgunakan untuk hal-hal yang  meresahkan masyarakat.

Ari Purnomo