JOGLOSEMAR.CO Berita Utama 15 Ribu Hektare Tanah Pertanian di Jateng Alami Puso

15 Ribu Hektare Tanah Pertanian di Jateng Alami Puso

87
BAGIKAN
Salah satu waduk yang berada di Kecamatan Karanganyar Kota mengering | Foto: Joglosemar/Rudi Hartono
Salah satu waduk yang berada di Kecamatan Karanganyar Kota mengering | Foto: Joglosemar/Rudi Hartono

KARANGANYAR – Sebanyak 15 ribu hektare tanah pertanian di Provinsi Jawa Tengah, diketahui mengalami puso selama musim kemarau tahun 2015 ini.

Meskipun mengalami puso, namun  stok lumbung pangan yang ada di Jawa Tengah, terhitung di bulan september masih aman yakni sebanyak 1,5 juta ton beras.

Menurut Kepala Bidang Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Sadi saat ditemui sejumlah wartawan usai memberikan sambutannya dalam acara rapat koordinasi (Rakor) Dewan Ketahanan Pangan di salah satu gedung di komplek wisata Sondokoro, Senin (28/9/2015) mengungkapkan, sampai saat ini stok pangan yang ada di Badan urusan logistik (Bulog) per 21 Sepetember 2015 masih ada 153 juta ton.

“Sampai saat ini belum ada pembaruan, dari Bulog itu ada peningkatan, setiap hari itu pengadaan ada 2.500 ton. Kita pastikan kesediaan pangan untuk 4-5 bulan ke depan masih dalam keadaan aman,” jelas Sadi.

Disinggung terkait dengan bencana Puso yang terjadi di Provinsi Jawa Tengah, Sadi mengaku dampak dari adanya cuaca ekstrem yang terjadi tahun ini, memang berpengaruh ke tanaman, namun dampak tersebut tidak terlalu signifikan.

Badan Ketahanan Pangan (BKP) Pemprov, mencatat angka 15 ribu hektare yang terjadi puso tersebut tersebar di beberapa wilayah seperti di yang terjadi di Blora, Gerobogkan, dan daerah lainnya.

“Rata – rata, wilayah pertanian yang terkena puso itu malah daerah yang tadah hujan. Setiap hektare-nya itu yang terkena kurang lebih 5,8 hektare, bayangkan kalau 15 ribu hektare yang terkena,” kata Saidi.

Rudi Hartono