JOGLOSEMAR.CO Berita Utama 18 Kabupaten dan Kota di Jateng Darurat Kekeringan

18 Kabupaten dan Kota di Jateng Darurat Kekeringan

110
Salah satu waduk yang berada di Kecamatan Karanganyar Kota mengering | Foto: Joglosemar/Rudi Hartono
Salah satu waduk yang berada di Kecamatan Karanganyar Kota mengering | Foto: Joglosemar/Rudi Hartono

KLATEN – Sebanyak 18 kabupaten dan kota di Jawa Tengah (Jateng) berstatus darurat kekeringan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng menyiapkan dana siap pakai sebesar Rp9,5 miliar untuk penanggulangan kekeringan tersebut.

Kabupaten dan kota yang telah berstatus darurat kekeringan di antaranya Boyolali, Kendal, Pati, Demak, Blora, Purbalingga, Cilacap, Tegal dan Brebes.

Hal itu diutarakan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Sarwa Pramana di sela-sela kegiatan pelatihan para relawan se-Indonesia di Klaten, Senin (21/9/2015).

Sarwa menuturkan, sebagian dana siap pakai yang dikelola BPBD Jateng juga didistribusikan wilayah darurat kekeringan.

“Dana sebesar Rp50 juta hingga Rp500 juta itu ditujukan membangun sumur dalam, tandon air, jaringan pipa dari sumber mata air ke permukiman, serta distribusi air bersih ke kabupaten dan kota yang berstatus darurat kekeringan,” jelasnya.

Sarwa melanjutkan, Pemprov Jateng juga menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 6.406 tangki berkapasitas 5.000 liter ke 777 desa di 18 kabupaten dan kota berstatus darurat kekeringan sejak Juli lalu. Bantuan tersebut disalurkan melalui Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) I Pati, Bakorwil II Surakarta dan Bakorwil III Purwokerto.

“Droping air bersih tidak menyelesaikan masalah. Solusi permanen mengatasi kekeringan adalah mencari sumber mata air untuk diangkat jadi program pipanisasi,” tuturnya

Upaya mengatasi kekeringan di Jateng juga dilakukan dengan hujan buatan sejak Agustus lalu. Hujan buatan dengan cara menyemaikan tepung garam dapur (NaCl) di awan menggunakan pesawat itu di antaranya di wilayah Brebes, Tegal, Klaten, Pekalongan, Purbalingga, Wonosobo.

Dani Prima

BAGIKAN