JOGLOSEMAR.CO Berita Utama 20 Pengusaha di Klaten Belum Miliki Pengelolaan Analisa Dampak Lingkungan

20 Pengusaha di Klaten Belum Miliki Pengelolaan Analisa Dampak Lingkungan

198
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

KLATEN – Sebanyak 20 pelaku usaha di Klaten belum memiliki pengelolaan Analisa Dampak Mengenai Lingkungan (AMDAL).

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Amdal Badan Lingkungan Hidup (BLH) Klaten Anwar Shodiq saat Sosialisasi Kepedulian Pelaku Usaha atau Kegiatan terhadap Lingkungan di Pendapa Pemkab Klaten, Rabu (2/9/2015). Kegiatan tersebut diikuti oleh 260 peserta pelaku usaha di Klaten.

Menurut Anwar, 20 pelaku usaha itu sudah diberikan peringatan tertulis, bila dalam waktu enam bulan tidak dipenuhi maka bisa dikenai sanksi pencabutan izin usaha.

”Saat melakukan monitoring, kami menemukan ada sekitar 20 pelaku usaha yang Amdalnya belum memenuhi syarat. Mereka sudah kami beri peringatan, bila dalam 6 bulan tidak ditindaklanjuti maka bisa diberikan sanksi. Sanksinya mulai dari peringatan sampai pencabutan izin usaha,”tuturnya.

Kegiatan sosialisasi tersebut bertujuan menambah wawasan dan pengetahuan pelaku usaha dalam hal pengelolaan lingkungan hidup yang baik. Dengan demikian, mereka akan menyadari betapa pentingnya pengelolaan lingkungan hidup agar tidak menimbulkan gangguan yang lain.

Dalam kesempatan itu, Eko Sugiharto memaparkan, izin lingkungan memuat persyaratan dan kewajiban yang terangkum dalam keputusan kelayakan lingkungan hidup. Pemegang izin lingkungan wajib menaati persyaratan dan kewajiban, serta bersedia melaporkan kegiatan dan dampaknya.

Selanjutnya, mereka menyediakan dana penjaminan untuk pemulihan fungsi lingkungan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan begitu, dampak kerusakan lingkungan bisa diminimalisir.

Sekda Klaten Jaka Sawaldi menambahkan, perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi dan mencegah terjadinya pencemaran atau kerusakan lingkungan hidup. Perlindungan dan pengelolaan lingkungan yang tepat akan menciptakan lingkungan yang baik dan sehat.

Seiring meningkatnya kegiatan industri di Klaten, diharapkan, pelaku usaha bisa mengelola limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) dengan baik. Dia minta instansi berwenang untuk aktif melakukan pengawasan pembuangan limbah industri, agar kerusakan dan pencemaran lingkungan bisa diminimalisir.

Dani Prima