JOGLOSEMAR.CO Berita Utama 26 PO Bus Kedapatan Langgar Tarif Labaran

26 PO Bus Kedapatan Langgar Tarif Labaran

91
BAGIKAN
Aktivitas bus di Terminal Tirtonadi | Foto: Maksum Nur Fauzan
Aktivitas bus di Terminal Tirtonadi | Foto: Maksum Nur Fauzan

JAKARTA – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menemukan 26 perusahaan otobus (PO) dengan 56 bus yang melanggar tarif selama periode angkutan Lebaran 2014/1436 Hijriah.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Djoko Sasono dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (22/9/2015) mengatakan temuan tersebut berdasarkan laporan, baik dari petugas Ditjen Darat, Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Daerah, lembaga sosial terkait dan masyarakat.

“Berdasarkan hasil pemantauan tim Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, laporan yang masuk dari instansi terkait tercatat sebanyak 28 PO dan 76 bus, namun berdasarkan hasil klarifikasi, pemeriksaan fisik di lapangan tercatat 26 PO dengan 56 bus,” katanya.

Dari 28 PO, dia merinci laporan dari tim Dirjen perhubungan sebanyak 22 PO dan 69 bus, dari Dishubkominfo Provinsi Jawa Tengah dan Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Semarang lima PO dan enam bus dan dari laporan masyarakat sebanyak satu PO dan satu bus.

“Pelanggaran tarif tersebut juga termasuk penelantaran penumpang, laporan-laporan tersebut dilakukan proses analisis dan dilakukan penelitian secara lebih mendalam untuk memastikan kebenaran laporan-laporan tersebut,” katanya.

Sebanyak 26 PO yang selanjutnya akan diberi sanksi di antaranya Aladi, CV Minanga Expres, Dewi Sri Putr, Doa Ibu, Garuda Mas, Indonesia, Jaya Utama, Krui Putra, Kurnia Jaya, Lantra Jaya, Luragung Jaya, Madona, Maju Lancar, Menara Jaya dan Medeka.

Selain itu, Muara Dua Expres, PT Bhineka Cabang Cirebon, PT Dedy Jaya Lambang Perkasa, PT Dewi Sri, PT Putra Luragung Sakti, PT Putri Jaya Anugrah, PT Setia Negara, PT Sumber Waras Putra Cabang Yogyakarta, Putri Luragung, Sahabat dan Sinar Mandiri.

Antara