JOGLOSEMAR.CO Berita Utama 6 Ribu Relawan Bakal Hadiri Jambore di Solo

6 Ribu Relawan Bakal Hadiri Jambore di Solo

213
BAGIKAN

BNPB LOGOKLATEN – Kota Solo dipilih oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menjadi tuan rumah Jambore relawan se-Indonesia kelima.

Kegiatan Jambore relawan ini dalam rangka memperingati Bulan Pengurangan Risiko Bencana yang dimulai 16 hingga 18 Oktober. Kegiatan ini melibatkan kurang lebih 6.000 relawan dari seluruh Indonesia.

Dalam jumpa presnya dengan wartawan, Kepala Sub Direktorat Peran Masyarakat Direktorat Pemberdayaan Masyarakat BNPB, Pangarso Suryotomo mengatakan, peringatan hari Pengurangan Risiko Bencana Internasional ditetapkan UNISDR PBB tiap 13 Oktober. Di Indonesia, peringatan ini telah menjadi agenda nasional yang dilaksanakan sejak 2011.

“Tahun ini, peringatan bulan penggurangan risiko bencana akan dibuka secara langsung oleh Presiden Joko Widodo di The Sunan Hotel, Kota Solo, pada 16 Oktober. Sedangkan penutupan dilakukan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 18 Oktober,” katanya, Senin (21/9/2015).

Pangarso menjelaskan, dalam memperingati bulan pengurangan risiko bencana di Solo, pihaknya menggelar sebanyak 41 kegiatan. Kegiatan dipusatkan di tempat parkir Stadion Manahan Solo selama empat hari dan pameran di Benteng Vastenburg. Kemudian, diskusi-diskusi untuk menyeragamkan Standard Operating Procedure (SOP) seluruh relawan di Indonesia sehingga bisa mencetuskan Deklarasi Solo.

“Deklarasi itu akan menjadi komitmen bersama dalam pengurangan risiko bencana di Indonesia untuk mendukung pencapaian sasaran dalam RPJMN 2015-2019 dalam bidang penanggulangan bencana,” katanya.

Sementara itu,untuk mewujudkan penyeragaman SOP para relawan, BNPB mulai menggelar pelatihan dapur umum dan logistik bagi relawan dari seluruh Indonesia.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Eko Pambudi mengatakan, pelatihan seputar dapur umum penting untuk mencegah pengungsi keracunan.

Dani Prima