JOGLOSEMAR.CO Berita Utama 643 Jemaah Calon Haji Asal Sragen Berangkat, Tiga Lainnya Batal

643 Jemaah Calon Haji Asal Sragen Berangkat, Tiga Lainnya Batal

97
BAGIKAN
Ilustrasi: Joglosemar/Yuhan Perdana
Ilustrasi: Joglosemar/Yuhan Perdana

SRAGEN– Sebanyak 643 jemaah calon haji (Calhaj) asal Kabupaten Sragen dipastikan akan berangkat untuk menunaikan rukun Islam kelima tahun ini. Nasib kurang beruntung dialami oleh tiga Calhaj yang harus batal karena meninggal dunia dan sakit sehingga batal berangkat ke tanah suci.

Hal itu terungkap saat digelar pamitan Calhaj dengan Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman beserta Muspida di Pendapa Rumdin Bupati, Selasa (8/9/2015). Kepala Kantor Kementerian Agama Sragen, Ahmad Nasirin mengungkapkan awalnya jumlah Calhaj Sragen tercatat sebanyak 650 orang.

Akan tetapi ada tujuh orang yang tidak ikut dengan rincian tiga batal karena meninggal dunia dan sakit sedang empat Calhaj lainnya mutasi ke daerah lain. Dua Calhaj yang meninggal sebelum berangkat itu masing-masing Sutarti asal Gondang dan Sunardi asal Mondokan yang sama-sama meninggal karena sakit.

Satu Calhaj yakni Parti asal Karangmalang juga batal karena sakit. Sedangkan empat calhaj mutasi ke daerah lain, dua diantaranya ke Semarang dan dua sisanya ke Pati. Dengan pengurangan tujuh orang itu, untuk musim haji tahun ini, Sragen akan memberangkatkan 643 Calhaj dibagi dalam tiga kloter yakni kloter 67,68 dan 69.

“Semua akan terbang ke Tanah Suci tanggal 15 September dan dijadwalkan kembali ke tanah air tanggal 24 Oktober,” ujarnya menyampaikan laporan.

Nasirin menambahkan untuk tahun ini, Calhaj akan didampingi 4 petugas pendamping haji. Satu diantaranya adalah anggota DPRD Sragen dari Fraksi PKS, Anggoro Sutrisno. Sementara, dalam sambutannya, Bupati Agus Fathur Rahman hanya berpesan agar para Calhaj bisa menjalankan ibadah sebaik-baiknya di tanah suci dan pulang benar-benar menjadi haji mabrur.

Selain menjaga kesehatan, ia juga berharap momentum ibadah di tanah suci, bisa menjadikan para Calhaj menjadi insan yang dermawan terhadap orang miskin di lingkungannya.

“Semoga setelah naik haji semoga jadi dermawan. Jangan pelit,” ujar bupati sembari berkelakar.

Wardoyo