68 SD di Klaten Belum Punya Guru Agama Islam

68 SD di Klaten Belum Punya Guru Agama Islam

226
Ilustrasi
Ilustrasi

KLATEN – Sebanyak 68 sekolah dasar (SD) dari 529 SD di wilayah Kabupaten Klaten kekurangan guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Kondisi itu diperparah dengan kebijakan moratorium yang diberlakukan sejak lima tahun lalu.

Hal itu diungkapkan oleh, Kepala Dinas Pendidikan Klaten, Pantoro. Menurutnya, dari data yang ada sebanyak 68 SD dari total 529 SD di Klaten yang kekurangan guru PAI. Untuk mencukupi kebutuhan guru di sekolah, biasanya kepala sekolah berinisiatif merekrut guru wiyata bhakti [WB] atau tenaga kontrak.

“Namun ada juga sekolah yang meminta guru kelas yang memiliki pemahaman lebih tentang agama untuk membantu mengajar. Jika tidak, kegiatan di sekolah bisa terganggu,”tuturnya, Selasa (15/9/2015).

Baca Juga :  Bawa Lari Enam Sapi dan Tipu Belasan Peternak di Tanon, Polres Sragen Kejar Sindikat Ini

Pantoro melanjutkan, penyebab krisisnya guru PAI di SD tersebut karena banyak guru yang pensiun. Tapi, kondisi itu tidak segera diikuti dengan kebijakan perekrutan dari pemerintah sehingga jumlahnya terus berkurang setiap tahun.

“Terakhir dilakukan pengadaan guru PAI pada 2005, tetapi setelahnya hingga saat ini tidak ada kebijakan untuk menambah guru PAI. Saya harap kedepannya nanti pemerintah dapat memperhatikan masalah ini,”ujarnya.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Pegawai BKD Klaten, Sutopo mengatakan, kekurangan guru PNS di Klaten semakin lama semakin besar, karena tidak ada rekrutmen. Pada 2013 lalu ada 842 PNS yang pensiun, 2014 ada 522 orang yang pensiun, 2015 ini ada 455 orang pensiun dan 2016 mendatang, ada 648 PNS akan pensiun.

Baca Juga :  Tujuh Pejabat Baru Sragen Ditantang Sejumlah Tugas Berat, Begini Kata Bupati

“Setiap tahun, ada ratusan guru PNS yang memasuki masa pensiun. Dengan demikian, pertumbuhan jumlah guru PNS di Klaten menjadi minus,”ujarnya.

Menurutnya, adanya kebijakan moratorium dari pemerintah pusat pada 2010 lalu, membuat Klaten tidak bisa melakukan perekrutan guru PNS baru.

“Padahal setiap tahun jumlah guru PNS terus berkurang. Lima tahun lalu, jumlah guru PNS di Klaten masih 17 ribu orang lebih, namun kini hanya tersisa sekitar 13 ribu saja,”tuturnya.

Dia menambahkan,pihaknya sudah mengajukan penambahan guru PNS di Klaten kepada pemerintah pusat. Namun sejauh ini, belum ada kabar bahwa ada perekrutan CPNS dari jalur umum.

Dani Prima

BAGIKAN