JOGLOSEMAR.CO Berita Utama 7 Bulan Buron, Londo Dihadiahi Tembakan oleh Reserse Klaten

7 Bulan Buron, Londo Dihadiahi Tembakan oleh Reserse Klaten

592
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

KLATEN –Tujuh bulan tercatat dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) selama tujuh bulan, Hanang Harjanto alias Londo (29) akhirnya dilumpuhkan kakinya dengan timah panas oleh Satreskrim Polres Klaten di sebuah daerah di Semarang.

Warga Dukuh Juwiran, Desa Juwiran, Kecamatan Juwiring ini menjadi DPO Polres Klaten setelah terlibat kasus pencurian mesin serut kayu di sebuah gudang yang berada Kecamatan Ceper pada 28 Februari lalu.

Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Farial Ginting mengatakan, penangkapan pelaku disebuah daerah yang berada di Semarang pada awal Agustus lalu. Pelaku menjadi DPO selama tujuh bulan setelah terlibat kasus pencurian dengan pemberatan.

“Dalam kasus pencurian mesin serut kayu di Ceper ini ada lima pelaku, tiga sudah kami tangkap termasuk Londo dan dua pelaku lagi masih dalam pengejaran,”ungkapnya, Selasa (1/9/2015).

Dua pelaku yang tertangkap selain Londo, yakni Jumadi alias Totong (40)islam,warga Dukuh Tegalsari, Desa Ngawonggo, Kecamatan Ceper dan Daryadi alias Bedur, warga Dukuh Gatak, Desa Ngawonggo, Kecamatan Ceper. Sedangkan dua DPO,berinisial Af dan By.

Menurut Farial, kronologis kejadiannya pada Jumat( 28/2) itu, lima pelaku sepakat untuk melakukan tindakkan pencurian dengan sasaran yang telah ditentukan oleh pelaku Londo. Pada saat kejadian pukul 02.00 WIB dini hari itu, pelaku Londo juga bertindak sebagai sopir kendaraan. Lalu tiga orang pelaku diturunkan diareal sawah yang tidak jauh dari gudang. Kemudian mereka membobol gudang dan mengambil sebuah mesin serut kayu dengan cara diangkat bersama-sama dan dimasukkan kedalam mobil.

“Para pelaku lalu menjual mesin hasil curian tersebut dengan bagian masing-masing mendapatkan Rp 1 juta,”imbuh Farial.

Selain itu, Farial melanjutkan, Londo juga diduga pernah melakukan kejahatan penjambretan di wilayah Klaten. Dan kasus saat ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.

“Pelaku Londo memang kami duga pernah melakukan penjambretan tapi masih kita lidik dulu. Sedangkan untuk pencurian ini, pelaku kami jerat dengan pasal 363 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,”jelasnya.

Sementara itu, Londo mengaku terpaksa mencuri untuk membeli obat anaknya yang sedang sakit dan saat itu ia tidak memiliki sepeserpun uang.

“Pencurian ini spontan saja, saya kepepet dan tidak punya uang untuk beli obat anak saya yang sakit,” ujar residivis ini.

Dani Prima