JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Aksi Keprihatinan Sriwedari Batal Digelar, Pengisi Acara Kecewa

Aksi Keprihatinan Sriwedari Batal Digelar, Pengisi Acara Kecewa

107
BAGIKAN
Gapura Sriwedari
Gapura Sriwedari | dok.soloblitz.co.id

SOLO – Aksi keprihatinan atas sengketa Tanah Sriwedari bertaju 1000 Lilin #SAVESRIWEDARI batal digelar. Sedianya, kegiatan itu bakal digelar kemarin, di Pendapa Sriwedari. Rangkaian kegiatannya pun terbilang padat, mulai pukul 10.00 -hingga 22.00.

Acara yang diprakarsai sejumlah elemen masyarkat, khususnya komunitas di Sriwedari itu rencana diisi dengan aksi grafiti, pengajian dan apmeran foto, serta puncaknya penyalaan 1000 lilin untuk penyelematan Sriwedari.

Namun, hingga tengah hari tak ada tanda-tanda terselenggaranya kegiatan di lokasi tersebut. Pendapa yang sedianya menjadi pusat kegiatan pun terlihat lengang. Hanya terlihat beberapa anak muda berkumpul dan berbincang santai di pendapa.

Menurut Koordinator #AnakmudaSolo, Sony Arendra, sekaligus panitia #SAVESRIWEDARI kegiatan tersebut ditunda karena ketidaksiapan di internal mereka. Ada beberapa pengisi acara dan panitia yang justru menyatakan mundur dari acara tersebut.

“Izin keramaian dari Polres sebenarnya sudah turun kemarin (Jumat). Namun ternyata ada ketidaksiapan dari teman-teman, ada yang mundur juga, ada faktorX juga. Akhirnya Sabtu pagi panitia surat pembatalan kegiatan ke Polres,” kata Sony, ketika ditemui di Gedung Kesenian Solo (GKS), Sabtu (19/9/2015).

Rupayanya pembatalan tersebut sempat memicu rekasi di internal komunitas Sriwedari. Pasalnya, pembatalan tersebut belum menjadi kesepakatan bersama dan tak dikomunikasikan kepada semua elemen yang terlibat.

Karena kendala komunikasi tersebut, sejumlah perangkat soundsystem untuk acara puncak Sabtu malam pun sudah terlanjur tiba di lokasi dan siap dipasang. Band pengisi acara pun sudah menyatakan kesiapannya untuk tampil dalam acara tersebut. Sedikitnya 30 koleksi foto pun sudah siap dipamerkan.

“Ini sebenarnya bukan pembatalan, hanya penundaan saja. Kami rencanakan digelar pada 28 September malam. Acara itu digelar tepat sebelum pemberian Aanmaning dari Pengadilan Negeri esok harinya (29/9), ” tambahnya.

Pengelola GKS, Yayok Aryoseno, yang juga terlibat dalam kepanitiaan tersebut mengatakan, pembatalan tersebut memang sempat membuat kecewa komunitas dan pengisi acara yang terlibat.

Dini Tri Winaryani