Alat Berat Produksi Pindad Ini Diklaim 60 Persen Gunakan Komponen Lokal

Alat Berat Produksi Pindad Ini Diklaim 60 Persen Gunakan Komponen Lokal

95
Pindad Escava 200 | Foto: Tribunnews
Pindad Escava 200 | Foto: Tribunnews

BANDUNG – PT Pindad (Persero) meluncurkan produk pertama alat berat ekskavator atau backhoe seri “Pindad Escava 200” yang digelar di Kompleks Pindad Kota Bandung, Kamis (10/9/2015).

Dua menteri hadir pada acara bersejarah bagi PT Pindad yang merambah ke produk alat berat yakni Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

“Kehadiran Excava 200 sekaligus meneguhkan komitmen kami dalam mendukung program pembangunan pemerintah dan sinergi antar BUMN,” kata Direktur Utama Pindad Silmy Karim.

Peresmian produk terbaru Pindad itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama PT Pindad dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang berkomitmen memesan alat berat produk Pindad itu.

“Pindad mendapat pesanan 500 unit ekskavator dari Kementerian PU dan Perumahan Rakyat serta 100 unit dari Kementerian BUMN pada tahun anggaran 2016,” kata Silmy.

Ia menyebutkan ecavator Pindad Excava 200 lahir dari inisiatif sejumlah menteri Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla. Gagasan itu kian meruncing ketika Presiden Jokowi berkunjung ke PT Pindad dan meminta agar Pindad meningkatkan kapasitas produksi militer dan nonmiliter.

“Salah satunya agar Pindad mengembangkan lini produksi alat berat,” kata Silmy.

“Kami pastikan komponen lokal ekskavator Pindad bisa mencapai 60 persen. Ada beberapa mesin yang akan digunakan dan saat ini masih terus dilakukan evaluasi,” katanya.

Ia menyebutkan untuk pengembangan produk escavator itu, Pindad akan melakukan investasi senilai Rp300 miliar. Ekskavator buatan Pindad rencananya dilepas dengan harga Rp1,2 miliar hingga Rp1,3 miliar.

“Hari ini baru satu unit yang kita buat, namun tahun depan kita akan produksi massal untuk memenuhi pesanan tahun anggaran 2016 dari dua kementerian itu. Yang lainnya kami yakin akan menyusul pesan,” kata Silmy Karim.

 Syarif Abdullah | Antara

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR