JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Amandel Tak Harus Dioperasi

Amandel Tak Harus Dioperasi

119
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

PERADANGAN pada amandel selain diawali dengan nyeri saat menelan/ dinofagi, melainkan perubahan warna amandel menjadi merah disertai bengkak.

“Kalau sudah parah, akan mengeluarkan nanah pada amandelnya. Jadi, ibu harus sigap saat mengetahui anak memiliki gejala-gejala seperti ini,” kata dokter umum Rumah Sakit Islam (RSI) Surakarta, dr Tri Wigati kepada Joglosemar.

Selain ciri-ciri di atas, tonsilitis juga disertai dengan dengkuran saat tidur, kegagalan peningkatan berat badan anak. Penurunan berat badan anak ini juga erat kaitannya dengan minimnya asupan makanan karena anak sulit menelan akibat rasa nyeri yang timbul. Dijelaskan dia, tonsilitis disebabkan oleh Streptococcus hemolitikus.

Bakteri tersebut akan membuat tonsil memerah/ hipermis dan bengkak. Pembengkakan inilah yang menimbulkan rasa nyeri saat menelan.

Tri Wigati menjelaskan ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk mengatasi tonsilitis. Mulanya dokter akan memberikan pengobatan dengan peningkatan status gizi. Selain gizi, pasien juga akan diberikan oral higien atau obat kumur untuk membunuh bakteri yang ada di tonsil.

“Tindakan-tindakan itu adalah langkah yang harus dilakukan oleh seorang dokter saat menangani pasien tonsilitis. Namun, jika keduanya tidak memberikan dampak yang baik, maka langkah operasi menjadi alternatifnya. Yang jelas, kalau memang masih bisa diobati, kita tidak perlu melakukan operasi. Tindakan bedah ini dilakukan jika obat-obatan tidak mampu menyembuhkan,” tegasnya.

Murniati