JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Anggaran Betonisasi Underpass Makamhaji Dipersoalkan

Anggaran Betonisasi Underpass Makamhaji Dipersoalkan

123
BAGIKAN
Sekelompak warga mengatasnamakan Rakyat Pendukung Jokowi (RPJ) menggelar aksi menolak underpass Makamhaji Kartasura Sukoharjo, Kamis (30/04/2015). Mereka menganggap pompa yang berada di underpass menyedot air bersih sumur warga sekitar. Foto: Joglosemar/Maksum Nur Fauzan
Sekelompak warga mengatasnamakan Rakyat Pendukung Jokowi (RPJ) menggelar aksi menolak underpass Makamhaji Kartasura Sukoharjo, Kamis (30/04/2015). Mereka menganggap pompa yang berada di underpass menyedot air bersih sumur warga sekitar. Foto: Joglosemar/Maksum Nur Fauzan

SUKOHARJO – Forum Peduli Masyarakat Makamhaji (FPMM) menyoroti informasi anggaran Rp 6 miliar untuk betonisasi jalan Underpass Makam Haji, Kartasura.

Mereka khawatir anggaran tersebut ditilep oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Terlebih proyek perbaikan ini juga ditengarahi dikerjakan kontraktor yang sama dengan pelaksana pembangunan sebelumnya.

Juru bicara  FPMM, Cucuk Suryanto mempertanyakan arah penggunaan jalan tersebut. Menurut dia, anggaran senilai Rp 6 mliar untuk betonisasi itu tidak menyelesaikan permasalahan. Sebab, permasalah utama di underpas adalah genangan air yang sering terjadi ketika musim hujan. Bukan pada badan jalan diterowongan jalan Slamet Riyadi tersebut.

“Masalah utamanya bukan jalan. Tapi air dari enam sumber. Kenapa justru tidak diselesaikan terlebih dahulu. Saat ini kan jalan masih bagus,” papar Cucu, Rabu (30/9/2015).

Karena itu pihaknya khawatir anggaran proyek betonikasi jalan underpass ini justru akan “dimainkan” oknum tertentu. Untuk itu, pihaknya beraharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun langsung mengawasi realisasi uang rakyat tersebut. “Kami minta KPK turun langsung,” tandasnya.

Cucu membeberkan, sesuai informasi yang diterimanya, rekanan yang akan melaksanakan proyek Rp 6 miliar itu merupakan kontraktor pembangunan underpass sebelumnya. Karena itu, pihaknya khawatir pelaksanaan proyek akan bermasalah lagi. Menurut dia, kontraktor dari Semasrang itu sudah dinilai sempat gagal melaksanakan proyek underpas tersebut.

“Jika pemerintah menggunakan kontraktor yang sama apa tidak bermasalah lagi,” terangnya.

Pihaknya juga mempertanyakan kenapa tidak ada sosialisasi mengenai proyek perbaikan ini. Menurut Cucu, petugas hanya mensosialisasikan proyek betonisasi itu ke pihak Kecamatan Kartasura. Seharusnya, kata dia, warga sekitar juga berhak mengetahui detail pengunaan anggaran Rp 6 miliar tersebut.

“Yang paling terdampak pengerjaan proyek itu kan warga sekitar underpass makam haji. Kami berharap Dirjen juga menemui warga untuk berembuk,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga menyoroti penutupan jalan imbas proyek perbaikan tersebut. Sepengetahuan dia, saat ini di Kota Solo sedang banyak pengerjaan proyek fisik. Pihaknya khawatir proyek betonisasi jalan akan menambah keruwetan lalu lintas di jalan-jalan sekitar. Mengingat, underpass merupakan salah satu jalan alternatif yang cukup padat.

“Karena itu kami berharap ada pertemuan antara warga dengan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan sebelum proyek dimulai,” pungkasnya.

Sofarudin